Jokowi: Hadapi Intelligent Economy, Negara Harus Siapkan Kedaulatan Data
- 27 Feb 2026 17:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Jumat - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, kedaulatan data bagi negara berkembang seperti Indonesia itu mutlak dan sangat perlu. Tak hanya itu Pemerintah Indonesia juga harus segera menyiapkan infrastruktur digital untuk menghadapi intelligent economy.
Ini ditegaskan di Jokowi saat dijumpai wartawan di kediaman, Sumber, Solo, Jumat 27 Februari 2026. Penegasan itu sebagai respons Jokowi yang baru saja menghadiri Forum Bloomberg New Economy 2026.
Dalam pertemuan itu, Jokowi mengaku sempat membahas mengenai kedaulatan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, hampir semua negara yang hadir dalam forum Bloomberg New Economy 2026 di New Delhi, India membahas mengenai AI sovereignty.
"Iya, hampir semua negara berbicara mengenai data sovereignty dan AI sovereignty. Jadi, kedaulatan data dan kedaulatan AI. Saya sampaikan di sana bahwa kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara, utamanya negara-negara berkembang," kata Jokowi.
Jokowi menilai bahwa kedaulatan AI masih sangat sulit diterapkan. Karena negara besar seperti Amerika Serikat juga masih bergantung pada impor chip semikonduktor serta talenta internasional dari negara lain seperti India.
"Amerika mau kedaulatan AI seperti chip semi konduktor masih apa, masih impor dari negara lain. Kemudian yang international talent-nya juga masih banyak yang dari India, apalagi negara-negara berkembang. Saya kira yang paling penting adalah kedaulatan data," kata dia menjelaskan.
Menurut mantan Wali Kota Solo itu, negara berkembang sangat perlu mempersiapkan infrastruktur digital yang baik. Mulai dari data center hingga fiber optik.
"Negara berkembang memang perlu mempersiapkan infrastruktur digital. Baik itu satelit, baik itu data center, baik itu fiber optik, baik itu menara BTS, yang semuanya akan memberikan dukungan kepada nanti kalau era AI ini betul-betul akan kejadian," ujarnya.
Lanjut Jokowi, negara harus mempersiapkan infrastruktur digitalnya termasuk sumber daya manusia dan regulasinya.
"Memang harus siap betul karena ini akan ada sebuah pergeseran dari dulu yang ekonomi normal, masuk ke digital economy, ini masuk ke ekonomi AI atau intelligent economy," ujarnya.
Jokowi memprediksi akan terjadi revolusi besar-besaran terkait Artificial Intelligence (AI) dalam kurun waktu 5 hingga 15 tahun ke depan.
"Perkiraan saya, lima sampai 15 tahun yang akan datang akan ada revolusi besar artificial intelligence. Semua aktivitas manusia tidak akan lepas dari yang namanya artificial intelligence, AI. Di mana-mana semuanya AI. MI