Benarkah Biji Apel Bisa Mematikan?
- 27 Feb 2026 23:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang terkejut saat mengetahui bahwa biji apel mengandung senyawa yang dapat menghasilkan sianida. Fakta ini kerap memunculkan kekhawatiran setiap kali tanpa sengaja menelan biji apel saat mengonsumsinya.
Mengutip dari akun Instagram @nahhjadi, biji apel memang mengandung amygdalin, senyawa alami yang dapat terurai menjadi hidrogen sianida (HCN) ketika dicerna. Sianida sendiri dikenal sebagai zat beracun yang dapat mengganggu kerja sel dalam menggunakan oksigen.
Meski terdengar mengerikan, menelan satu atau dua biji apel umumnya tidak menimbulkan efek berbahaya. Kandungan sianida dalam satu biji apel sangat kecil, yakni sekitar 0,06 miligram hidrogen sianida.
Sebagai perbandingan, dosis sianida yang dianggap berbahaya bagi manusia berkisar antara 50 hingga 300 miligram hidrogen sianida. Artinya, jumlah dari satu biji apel masih sangat jauh dari ambang risiko tersebut.
Efek berbahaya baru mungkin terjadi jika seseorang mengunyah dan mengonsumsi biji apel dalam jumlah sangat besar. Perhitungan kasar menunjukkan diperlukan lebih dari 800 biji apel, atau setara lebih dari 150 buah apel, untuk mendekati dosis berisiko.
Selain itu, biji yang tertelan utuh biasanya akan melewati sistem pencernaan tanpa banyak terurai. Risiko meningkat jika biji dikunyah hingga hancur, karena proses ini memicu pelepasan senyawa yang dapat berubah menjadi sianida.
Meski demikian, bukan berarti biji apel boleh dikonsumsi secara sengaja dalam jumlah banyak. Tetap bijak dengan membuang bijinya sebelum makan untuk menghindari potensi paparan berlebih.
Informasi ini menunjukkan pentingnya memahami dosis dan konteks dalam menilai bahaya suatu zat. Tidak semua yang terdengar menakutkan langsung berujung fatal, selama konsumsinya dalam batas wajar.
(Ridho Wicaksono)