Memahami Empat Tipe Mobil Hybrid
- 28 Feb 2026 16:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Istilah mobil hybrid semakin sering terdengar di pasar otomotif Indonesia. Namun, tidak semua hybrid bekerja dengan cara yang sama meski sekilas terlihat serupa.
Mengutip akun Instagram @garrymobil, jenis pertama adalah Mild Hybrid, yang pada dasarnya masih mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama. Motor listrik kecilnya hanya membantu torsi dan sistem start-stop, sehingga belum bisa disebut hybrid sejati.
Berikutnya adalah Strong Hybrid atau full hybrid, yang memiliki motor listrik lebih kuat. Mobil jenis ini bisa melaju menggunakan tenaga listrik saja hingga sekitar 40 km per jam, meski jarak tempuh mode listriknya biasanya hanya 2 hingga 4 kilometer.
Jenis ketiga adalah Plug-in Hybrid atau PHEV, yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi. Baterainya bisa diisi ulang dari sumber listrik eksternal dan mampu melaju dalam mode full listrik sebelum otomatis beralih ke mesin bensin saat daya habis.
Sementara itu, Range Extended EV memiliki pendekatan berbeda. Pada dasarnya ia adalah mobil listrik murni, sedangkan mesin bensinnya hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, bukan untuk menggerakkan roda.
Perbedaan sistem ini berpengaruh pada efisiensi, biaya operasional, serta kenyamanan penggunaan sehari-hari. Di kota besar dengan kemacetan tinggi, Strong Hybrid dan PHEV dinilai lebih efisien karena mampu memaksimalkan mode listrik pada kecepatan rendah.
Namun untuk perjalanan jarak jauh lintas kota dengan infrastruktur pengisian daya yang belum merata, Mild Hybrid dan Strong Hybrid dianggap lebih praktis. Pengguna tidak perlu khawatir mencari stasiun pengisian karena mesin bensin tetap menjadi andalan utama.
Memahami karakter tiap tipe hybrid menjadi penting sebelum memutuskan membeli kendaraan. Dengan kondisi jalanan dan infrastruktur Indonesia yang beragam, pilihan terbaik tentu bergantung pada kebutuhan dan pola berkendara masing-masing.
(Ridho Wicaksono)