Mahasiswa KKN UNS Kelompok 177 Dorong Desa Berkelanjutan lewat Peta Wisata
- 06 Mar 2026 15:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mahasiswa KKN UNS Kelana Lembata 3 secara resmi meluncurkan Peta Wisata Desa dan Handbook Cerita Desa sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan desa berkelanjutan yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Peresmian ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026 dan bertepatan dengan Festival Kelapa, yang menjadi malam puncak rangkaian kegiatan KKN di Desa Wowong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.
Kegiatan peresmian berlangsung di tengah kemeriahan festival yang dihadiri oleh Kepala Desa Wowong, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga desa. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa bersama para tokoh adat secara simbolis meresmikan Peta Wisata Desa dan Handbook Cerita Desa, yang merupakan hasil kerja kolaboratif antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat selama masa pengabdian berlangsung.
Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan berbagai cerita rakyat, sejarah desa, mitos tempat, serta nilai-nilai adat yang selama ini diwariskan secara lisan oleh masyarakat Desa Wowong. Melalui proses wawancara dengan tokoh adat dan warga desa, mahasiswa berhasil mengumpulkan berbagai pengetahuan lokal yang kemudian disusun menjadi handbook cerita desa sebagai bentuk dokumentasi tertulis terhadap warisan budaya yang hidup di masyarakat.
Selain itu, penyusunan peta wisata desa dilakukan untuk mengidentifikasi dan memperkenalkan berbagai lokasi yang memiliki potensi wisata di Desa Wowong. Peta ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam melihat kembali potensi ruang yang dimiliki, sekaligus menjadi langkah awal dalam upaya pengembangan dan pembangunan wisata desa yang lebih terarah.
Ketua KKN UNS Kelana Lembata 3, Johanes Robinsar, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi bentuk kontribusi kecil mahasiswa dalam mendukung desa yang berkelanjutan, khususnya melalui pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.
“Melalui dokumentasi cerita desa dan pemetaan potensi wisata, kami berharap Desa Wowong dapat semakin dikenal luas serta memiliki dasar awal dalam pengembangan wisata yang tetap menghargai nilai budaya dan pengetahuan lokal atau tradisi yang ada di masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya membangun desa yang inklusif, berkelanjutan, serta menjaga warisan budaya lokal. Dengan adanya peta wisata dan handbook cerita desa, diharapkan masyarakat Desa Wowong memiliki referensi awal untuk mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.
Peresmian ini menjadi salah satu momen penting dalam penutupan rangkaian kegiatan KKN UNS Kelana Lembata 3. Sekaligus menandai kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam merawat cerita serta potensi Desa Wowong untuk masa depan. (Nuri/ril)