Desa Mundu Kembangkan Biogas dari Kotoran Sapi

  • 13 Mar 2026 09:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten mengembangkan pemanfaatan kotoran ternak sapi menjadi energi biogas. Inovasi ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah peternakan sekaligus menyediakan energi alternatif bagi warga.

Kepala Desa Mundu, Budianta, mengatakan dalam program dialog Jagongan Pro 4 RRI Surakarta, Kamis, 12 Maret 2026, mayoritas warga desa berprofesi sebagai petani dan peternak. Potensi peternakan, terutama sapi perah, cukup besar sehingga limbah kotoran ternak dapat dimanfaatkan.

“Di Desa Mundu kebanyakan warga itu petani sekaligus peternak. Potensi ternaknya besar, terutama sapi perah, sehingga limbahnya bisa dimanfaatkan menjadi biogas,” katanya.

Lanjutnya, program pemanfaatan biogas mulai dirintis sejak 2014 melalui Kelompok Tani Ternak Margo Mulyo. Program tersebut dikembangkan bersama pendamping dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta.

“Awalnya kami mencoba di empat titik kandang warga. Limbah yang dulu bau dan sering mengalir ke selokan saat hujan, sekarang bisa dimanfaatkan menjadi biogas,” ujarnya.

Setelah uji coba berhasil, warga mengembangkan instalasi biogas melalui sistem arisan. Dalam program tersebut, anggota kelompok ternak bergotong royong membangun instalasi biogas secara bertahap.

“Warga membuat arisan biogas dengan 40 anggota. Mereka dibagi beberapa kelompok dan bergotong royong membuat instalasi sampai puluhan titik,” kata Budianta.

Biogas dihasilkan dari kotoran sapi yang dimasukkan ke dalam digester di dekat kandang. Gas yang terbentuk kemudian dialirkan melalui pipa menuju dapur rumah warga untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak.

Menurutnya, penggunaan biogas dapat membantu menghemat pengeluaran rumah tangga. “Paling tidak bisa menghemat dua sampai tiga tabung gas dalam sebulan karena kebutuhan memasak bisa memakai biogas,” ujarnya.

Selain menghemat biaya, pemanfaatan biogas juga membantu menjaga kebersihan lingkungan. Limbah yang sebelumnya mencemari saluran air kini dapat diolah sehingga bau berkurang dan lingkungan lebih sehat.

Ke depan, Pemerintah Desa Mundu berencana mengembangkan program ini sebagai wisata edukasi energi alternatif. “Harapan kami Desa Mundu bisa menjadi tempat belajar pemanfaatan limbah ternak menjadi energi terbarukan bagi masyarakat,” kata Budianta. (Hil)

Rekomendasi Berita