Bahaya “Balas Dendam” dalam Menikmati Hidangan Lebaran

  • 13 Mar 2026 10:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Momen Lebaran identik dengan berbagai hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, hingga aneka kue kering. Namun di balik kelezatan tersebut, masyarakat diingatkan agar tetap bijak dalam mengonsumsi makanan agar kesehatan tetap terjaga.

Humas Persagi DPC Kota Surakarta sekaligus Nutrisionis Puskesmas Purwosari, Maryunanto Jatiwaloyo dalam program dialog Jagongan di Pro 4 RRI Surakarta, Kamis 12 Maret 2026, mengatakan banyak orang menjadikan Lebaran sebagai ajang “balas dendam” setelah berpuasa selama sebulan. Kondisi ini sering memicu konsumsi makanan berlebihan yang berdampak pada kesehatan.

“Kalau tidak diatur dari sekarang, Lebaran bisa menjadi ajang pembalasan dendam. Semua dimakan sehingga setelah Lebaran biasanya pasien dengan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah tinggi meningkat,” katanya.

Lanjutnya, selama Ramadan pola makan tubuh sebenarnya sudah lebih teratur. Namun setelah Lebaran, pola tersebut sering berubah drastis karena frekuensi makan meningkat dan menu yang dikonsumsi cenderung tinggi lemak serta santan.

“Sebulan kita puasa, pola makan sudah teratur dan metabolisme tubuh menyesuaikan. Tapi saat Lebaran pagi makan, siang makan, sore makan, bahkan malam masih makan, sehingga lonjakan gula darah dan berat badan bisa terjadi,” ujarnya.

Maryunanto mencontohkan satu porsi hidangan Lebaran seperti ketupat, opor, sambal goreng, dan kerupuk bisa mencapai sekitar 500 kalori. Jika seseorang berkunjung ke beberapa rumah dan makan berulang kali, jumlah kalori yang dikonsumsi dapat melampaui kebutuhan harian tubuh.

“Kalau satu tempat sekitar 500 kalori dan kita datang ke tiga rumah dengan porsi yang sama, berarti sudah sekitar 1.500 kalori. Padahal kebutuhan orang dewasa sehari sekitar 2.000 sampai 2.500 kalori,” ucapnya.

Ia menyarankan masyarakat menerapkan prinsip “nyicip bukan menghabiskan” saat bersilaturahmi. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa berlebihan.

“Tubuh kita sebenarnya merindukan serat, karena makanan Lebaran biasanya minim sayur dan buah. Jadi tetap harus ada sayur dan buah agar keseimbangan gizi terjaga,” ujarnya.

Maryunanto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap aktif bergerak selama Lebaran serta memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.

“Jangan menunggu sakit dulu baru datang ke Puskesmas. Manfaatkan cek kesehatan gratis agar kita tahu kondisi tubuh kita sejak awal,” katanya. (Hil)

Rekomendasi Berita