Inovasi Musik Bambu agar Tetap Diminati Generasi Muda
- 10 Mar 2026 05:19 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Maestro Musik Bambu , Agustinus Sasundu, terus berupaya mengembangkan alat musik tradisional musik bambu agar tetap diminati generasi muda.
Agustinus Sasundu, menjelaskan bahwa awalnya alat musik bambu dibuat secara sederhana menggunakan bambu jenis timbelang karena ruasnya panjang dan mudah dipotong. Pada masa lalu, alat musik tersebut hanya dibuat dengan bentuk sederhana dan teknik yang masih sangat dasar.
"Sejak tahun 1950-an hingga 1970-an bentuk alat musik bambu masih relatif sama. Namun seiring waktu, minat generasi muda mulai berkurang karena model alat dan lagu yang dimainkan dianggap kurang menarik," ujarnya dalam acara Dialog Interaktif di Prosatu RRI Tahuna, (9/3/2026) .
Melihat kondisi tersebut, Opa Utu, sapaan akrab untuk Agustinus Sasundu, mulai memikirkan inovasi dalam pembuatan alat musik bambu. Pada tahun 1989, ia menciptakan bentuk baru yang dikenal sebagai musik bokeh saat melatih kelompok musik bambu di Sesibung. Inovasi tersebut kemudian berkembang dan bahkan sempat ditampilkan hingga ke Jakarta pada tahun 1990.
"Hingga tahun 2026, musik bambu terus mengalami perkembangan, termasuk penambahan variasi nada dan jangkauan suara alat musik. Dengan inovasi tersebut, ia berharap musik bambu dapat terus bertahan dan sejajar dengan perkembangan musik modern," katanya. (alvrina)