Permainan Tradisional Sangihe Melawan Dominasi Gadget
- 10 Des 2025 17:51 WIB
- Tahuna
KBRN,Tahuna: Program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Rabu (10/12/2025), membahas pentingnya permainan tradisional sebagai gaya hidup baru. Narasumber adalah Destu Ayu Hapsari dari komunitas Kampoeng Dolanan Sulawesi.
Destu mengakui bahwa permainan tradisional saat ini sudah mulai ditinggalkan karena dominasi masif dari gadget dan teknologi modern. Gadget telah sangat memengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk cara anak-anak bermain dan berinteraksi.
Ia bahkan menyaksikan di Tahuna, banyak orang dewasa dan anak-anak yang sama sekali tidak mengetahui jenis permainan tradisional lokal Sangihe. Kondisi ini memperlihatkan betapa besar pengaruh teknologi terhadap budaya bermain.
"Permainan tradisional sekarang sudah agak ditinggalkan karena memang gadget ini sudah mempengaruhi semuanya di kehidupan kita," kata Destu Ayu Hapsari prihatin.
Komunitas Kampoeng Dolanan yang berdiri di Surabaya sejak 2017, baru saja membentuk cabang di Sulawesi pada Mei 2025. Pembentukan ini merupakan tantangan dari pendiri agar budaya permainan tradisional dapat tersebar luas ke seluruh Indonesia.
"Founder Kampoeng Dolanan challenge ke saya agar permainan tradisional ini bisa untuk semua kalangan di seluruh Indonesia," tambahnya,
Tujuannya adalah mengkolaborasikan permainan tradisional dari Jawa dan Sulawesi, bahkan dari seluruh dunia, yang mungkin namanya berbeda tapi caranya sama. Harapannya, budaya ini akan terus hidup, dan anak-anak ke depan masih bisa memainkannya.(JulGaf)