Lingkungan Keluarga Jadi Faktor Penentu Mental Remaja

  • 02 Mar 2026 13:38 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Tanggal 2 Maret diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Remaja Sedunia atau World Teen Mental Wellness Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk membicarakan pentingnya kesehatan mental remaja, termasuk persoalan stres, kecemasan, hingga tekanan sosial yang kian kompleks di era digital.

Isu kesehatan mental remaja kini menjadi perhatian serius. Tekanan akademik, pergaulan, penggunaan media sosial, hingga ekspektasi lingkungan sering kali memicu beban psikologis pada anak dan remaja. Tanpa dukungan yang memadai, kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan kepercayaan diri, perubahan perilaku, hingga gangguan emosional.

Selain mendorong percakapan terbuka, peringatan ini juga bertujuan mengurangi stigma terhadap gangguan mental. Masih banyak remaja yang enggan mencari bantuan karena takut dicap lemah atau berbeda. Padahal, berbicara tentang perasaan dan meminta pertolongan merupakan langkah awal menuju pemulihan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Victor Nusalawo, SH menegaskan bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap kondisi mental anak.

“Secara umum kesehatan mental anak ini, itu sangat berpengaruh dari sisi lingkungan anak tersebut. Dan yang paling besar sebenarnya adalah lingkungan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama pembentukan karakter dan ketahanan mental anak. Pola asuh dan komunikasi dalam keluarga berperan besar dalam membentuk rasa aman serta stabilitas emosional remaja.

Momentum Hari Kesehatan Mental Remaja diharapkan menjadi pengingat bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Remaja yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sehat dan suportif akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Rekomendasi Berita