Hari Obesitas Sedunia, Waspada Gizi Berlebihan

  • 04 Mar 2026 11:38 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Hari Obesitas Sedunia diperingati setiap 4 Maret, termasuk pada tahun 2026 ini. Peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian serius.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Hellen Iyong, menjelaskan obesitas sering kali tidak disadari sebagai bagian dari persoalan gizi. Selama ini, masyarakat cenderung mengidentikkan masalah gizi hanya dengan kurang gizi atau gizi buruk.

Menurut dr. Hellen, obesitas merupakan masalah gizi berlebih yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh secara berlebihan dan bersifat kronis. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan kalori yang masuk dengan energi yang dikeluarkan dalam jangka waktu yang lama.

Ia menyebutkan, berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seseorang dikategorikan kelebihan berat badan jika memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) sama dengan atau lebih dari 25 kilogram per meter persegi. Sementara obesitas tingkat dua berada pada angka IMT 30 atau lebih.

Selain IMT, ukuran lingkar perut juga menjadi indikator penting. Untuk laki-laki, lingkar perut lebih dari 90 sentimeter sudah masuk kategori berisiko, sedangkan pada perempuan lebih dari 80 sentimeter.

Dalam Dialog Interaktif di Pro 1 RRI Tahuna, Rabu 4 Maret 2026, dr. Hellen memaparkan beberapa penyebab utama obesitas. Faktor paling dominan adalah ketidakseimbangan energi, di mana asupan kalori lebih tinggi dibandingkan aktivitas atau kebutuhan tubuh sehari-hari.

Pola makan yang tidak sehat juga menjadi pemicu, seperti konsumsi karbohidrat berlebihan tanpa diimbangi protein dan serat yang cukup. Kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan duduk terlalu lama, serta gaya hidup sedentari turut memperbesar risiko terjadinya obesitas.

Selain itu, faktor genetik dan pengaruh obat-obatan tertentu juga dapat berkontribusi. Meski demikian, dr. Hellen menegaskan bahwa obesitas tetap dapat dicegah dengan menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu, serta berkonsultasi dengan tenaga medis dalam penggunaan obat jangka panjang.(Azizah)

Rekomendasi Berita