Nikmatnya Buras, Makanan Khas Idul Fitri di Sul-Sel

  • 31 Mar 2025 20:51 WIB
  •  Tahuna

KBRN, Tahuna: Saat Idul Fitri tiba, masyarakat Bugis dan Makassar memiliki hidangan khas yang selalu hadir di meja, yaitu Burasa atau Buras. Makanan berbahan dasar beras ini menjadi simbol kebersamaan dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Burasa dibuat dari beras yang dimasak dengan santan agar lebih gurih, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan diikat dengan tali. Teksturnya lebih lembut dibanding dengan lontong, karena direbus dalam jangka waktu yang lama.

Pada saat Hari Raya, Burasa biasanya disajikan bersama coto Makassar, Kari Ayam, Palekko, atau Pallubasa. Selain menjadi pelengkap sajian Lebaran, Burasa juga sering disajikan dalam berbagai acara oleh Masyarakat di Sulawesi Selatan.

Karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih, Burasa menjadi favorit banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Lebih dari sekadar makanan, Burasa memiliki makna simbolis dalam budaya Bugis-Makassar.

Proses pembuatannya dilakukan bersama-sama yang mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan dalam keluarga. Selain itu, bentuknya yang dibungkus rapi sebagai simbol pengharapan untuk kehidupan yang lebih tertata dan penuh berkah di hari yang suci.

Hingga kini, Burasa tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri di Sulawesi Selatan. Meskipun zaman terus berubah, tradisi membuat dan menyantap Burasa bersama keluarga masih tetap dipertahankan, menjadi pengingat akan nilai-nilai budaya dan kekeluargaan yang erat.(FitriR)

Rekomendasi Berita