Kemiskinan di Sangihe dan Kuliner Sagu HUT ke-601

  • 31 Jan 2026 14:58 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna : Angka kemiskinan di kabupaten kepulauan Sangihe dalam dua tahun terakhir termasuk tertinggi dari 15 kabupaten-kota di Sulawesi Utara. Data pemda kabupaten Sangihe tahun 2024, mencatat 10,84 persen atau 14.384 jiwa penduduk miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) menilai penyebab angka kemiskinan tinggi di daerah ini karena salah satu indikator penilaian pola konsumsi masyarakat. Dimana sebagian besar penduduk Sangihe banyak yang mengkonsumsi pangan lokal terutama sagu.

Sagu dalam bahasa Latin disebut metroxylon sagu atau metroxylon sago sebagai tumbuhan spesies palma penghasil pati sagu. Walaupun menjadi penyebab angka kemiskinan, namun masyarakat Sangihe tetap mengkonsumsi Sagu.

Pada peringatan hari ulang tahun kabupaten kepulauan Sangihe ke-601, pelaku UMKM justru menyediakan makanan dan minuman gratis dari sagu kepada tamu undangan yang menghadiri rapat paripurna di DPRD Sangihe pada Sabtu 31 Januari 2026. Kuliner terbuat dari sagu justru lebih banyak diminati tamu undangan yang datang dari luar daerah.

Kepala desa Utaurano Herdianto Takapulungang dan Misye Talumbara, pengelolah UMKM di kecamatan Tabukan Utara menjelaskan produk yang mereka hasilkan tidak terbatas pada kue sagu.

“Torang (kami) saat ini juga membuat mie dan es krim sagu” kata pasangan suami istri yang sudah mendapat berbagai penghargaan di bidang kuliner.

Kepala desa Utaurano Herdianto Takapulungang dan Misye Talumbara, pengelolah UMKM dari Sagu di kecamatan Tabukan Utara. (Foto : RRI/James Awaeh).

Mengkonsumsi sagu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Manfaat itu antara lain;

Sumber energi karena sagu kaya akan karbohidrat yang dapat memberikan energi bagi tubuh.

Menyehatkan pencernaan karena sagu mengandung serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan.

Mengontrol gula darah karena sagu memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga dapat membantu mengontrol kadar gula.

Namun perlu diperhatikan juga bahwa sagu memiliki kekurangan seperti kandungan protein yang rendah. Oleh karena itu sebaiknya dapat mengkonsumsi makanan lain yang bergizi. (Alex D).


Rekomendasi Berita