Batasi Akses Media Sosial untuk Anak

  • 04 Feb 2026 09:39 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Media sosial kini nyaris tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Namun, para ahli kembali mengingatkan pentingnya menunda akses media sosial hingga anak benar-benar siap, baik secara mental maupun emosional.

Di era serba digital, anak-anak semakin mudah terpapar berbagai platform media sosial sejak usia dini. Padahal, penggunaan media sosial yang terlalu cepat dinilai berisiko memengaruhi kesehatan mental, perkembangan emosi, hingga kemampuan bersosialisasi anak di dunia nyata.

Baca: Berlaku Maret, PP-TUNAS Atur Akses Media Sosial Anak

Australia resmi menjadi salah satu negara terdepan dalam upaya membatasi akses media sosial bagi anak-anak. Kebijakan larangan penggunaan media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun yang mulai berlaku sejak Desember lalu disebut sebagai langkah besar untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital.

Komisioner Keamanan Siber Australia, Julie Inman Grant, menyebut kebijakan ini sebagai langkah tegas yang sangat dibutuhkan. “Menjauhkan anak-anak dari media sosial sampai mereka benar-benar siap adalah langkah pemutus sirkuit besar yang perlu kita lakukan,” ujarnya dalam wawancara bersama jurnalis BBC, Katy Watson dilansir dari TheInterview BBC.com

Julie Inman Grant bukan sosok asing di dunia teknologi dan kebijakan digital. Perempuan kelahiran Seattle, Amerika Utara ini telah menghabiskan sebagian besar kariernya di sektor teknologi, termasuk bekerja di perusahaan raksasa seperti Microsoft, Twitter, dan Adobe, khususnya di bidang kebijakan publik dan keamanan.

Lebih dari 25 tahun lalu, Julie pindah ke Australia dan sejak 2017 aktif menangani isu keselamatan daring. Dalam perannya sebagai Komisioner eSafety, ia kerap menjadi sorotan, bahkan sasaran kritik dari kelompok pendukung kebebasan berbicara absolut. Salah satu yang paling vokal adalah Elon Musk, yang menuduhnya berupaya melakukan sensor internet.

Meski tak asing dengan kontroversi dan serangan verbal, Julie kini menjadi wajah publik dari kebijakan bersejarah Australia terkait pembatasan media sosial bagi anak-anak. Kebijakan ini lahir di tengah meningkatnya laporan kasus kecanduan daring, perundungan, penyalahgunaan, hingga perilaku menyakiti diri sendiri yang dikaitkan dengan penggunaan media sosial pada usia dini.

Langkah Australia ini pun mulai menarik perhatian dunia. Sejumlah negara dilaporkan tengah mengkaji kebijakan serupa, seiring meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak media sosial pada kesehatan mental anak dan remaja.

Baca juga: Media Sosial dan Anak-anak

Selain itu, orang tua juga diminta memberi contoh penggunaan gawai yang sehat. Membatasi waktu layar, mendorong aktivitas kreatif, serta membangun komunikasi terbuka dapat membantu anak tumbuh dengan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.

Kesimpulannya, menjauhkan anak dari media sosial bukan berarti menutup mereka dari teknologi. Langkah ini justru bertujuan memastikan anak siap secara mental dan emosional, sehingga ketika saatnya tiba, mereka dapat menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan aman.

Rekomendasi Berita