Antara Sejarah Nusantara dan Dinasti Joseon

  • 30 Nov 2025 22:37 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud: Fenomena K-drama Lovers di Indonesia menghadirkan ironi budaya yang mendalam. Mereka kini fasih menyebutkan Raja Sejong atau intrik istana Dinasti Joseon. Hal tersebut membuktikan bahwa generasi muda terutama milenial dan Gen Z mampu belajar sejarah yang sering diasosiakan dengan kata “membosankan” menjadi lebih menyenangkan, cepat dipahami dan mendalam asal disajikan melalui medium populer dan visual yang kuat. Di sinilah letak ironinya, narasi sejarah Nusantara yang kaya mulai dari keagungan Majapahit hingga intrik Mataram gagal dikemas oleh sineas Inddonesia semenarik atau mudah diakses seperti drama Korea (Saeguk).

Film atau drama Indonesia yang berlatar belakang sejarah seperti kurang menarik bagi para sutradara atau produser yang menjadikan cerita tentang perselingkuhan atau horor begitu dominan di bioskop ataupun sinetron. Jika dilihat dari sisi ekonomi tentunya ada ketakutan tersendiri kalau produk yang mereka buat tidak laku di pasar karena tidak mengangkat dua tema itu.

Akibatnya alih-alih bangga dan hafal dengan sejarah negeri sendiri, anak muda justru lebih akrab dengan konflik politik di Korea pada abad ke-15, bahkan para pecinta drama atau film Korea bisa tahu silsilah Raja Korea dari pertama sampai terakhir. Kegagalan adaptasi populer tentang sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara membuat pelajaran sejarah dengan topik tersebut terasa membebani, sementara sejarah Korea terasa menghibur karena kita sebenarnya sedang belajar tapi seperti tidak belajar karena caranya lebih santai. (EP)

Rekomendasi Berita