Musim Gerhana 2026 Hiasi Langit Dunia
- 19 Feb 2026 07:19 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Pada 2026 langit akan menghadirkan rangkaian fenomena langka yang sayang untuk dilewatkan. Dua di antaranya adalah gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 dan gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026. Ditambah lagi gerhana bulan total yang kerap disebut “blood moon” pada 3 Maret 2026 akan melengkapi tahun tersebut sebagai salah satu periode paling menarik bagi para pengamat langit.
Mengutip dari Space.com gerhana Matahari cincin sering dijuluki ring of fire terjadi ketika bulan berada di antara bumi dan matahari tetapi posisinya sedang cukup jauh dari bumi sehingga tidak mampu menutup seluruh piringan atahari. Akibatnya tepi matahari masih terlihat sebagai cincin cahaya terang yang mengelilingi siluet gelap bulan.
Sementara itu pada 12 Agustus 2026 dunia akan menyaksikan gerhana matahari total. Pada peristiwa ini bulan berada pada jarak yang memungkinkan ukurannya tampak cukup besar untuk menutupi matahari sepenuhnya. Dalam beberapa menit langit di siang hari dapat berubah dramatis menyerupai senja dan korona matahari lapisan terluarnya tampak berpendar mengelilingi cakram gelap bulan.
Banyak orang mengira setiap gerhana cincin memiliki tampilan identik. Kenyataannya ketebalan dan kecerahan cincin cahaya bisa berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh jarak bulan dari bumi saat gerhana berlangsung. Ketika bulan berada di titik terjauhnya (apogee) ukurannya tampak lebih kecil sehingga cincin matahari terlihat lebih tebal dan terang. Sebaliknya jika jaraknya sedikit lebih dekat cincin yang terbentuk bisa tampak lebih tipis. Perbedaan kecil dalam jarak ini menghasilkan variasi visual yang unik pada setiap gerhana.
Secara logika karena fase bulan baru terjadi setiap Bulan seharusnya gerhana matahari juga sering terjadi. Namun orbit bulan miring sekitar 5 derajat terhadap orbit bumi mengelilingi matahari. Gerhana hanya mungkin terjadi ketika bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus di titik perpotongan orbit tersebut yang dikenal sebagai “musim gerhana”.
Fenomena ini biasanya muncul sekitar dua kali dalam setahun. Di luar periode itu meskipun terjadi bulan baru posisi bulan terlalu tinggi atau terlalu rendah dari garis matahari sehingga tidak menimbulkan gerhana.
Fakta menarik lainnya adalah bahwa gerhana matahari tidak akan selalu sama dalam jangka waktu sangat panjang. bulan perlahan menjauh dari bumi sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Meski terdengar kecil dalam jutaan tahun perubahan ini akan berdampak besar.
Seiring waktu ukuran tampak bulan akan semakin kecil sehingga tidak lagi mampu menutupi matahari sepenuhnya. Jika tren ini berlanjut gerhana matahari total pada akhirnya akan menjadi kenangan kosmis, menyisakan hanya gerhana cincin dan sebagian.
Tidak hanya gerhana matahari, tahun 2026 juga akan menghadirkan gerhana bulan total pada 3 Maret. Saat peristiwa ini terjadi bumi berada di antara matahari dan bulan menyebabkan bayangan bumi menutupi bulan sepenuhnya. Warna kemerahan yang muncul berasal dari cahaya matahari yang dibiaskan oleh atmosfer bumi sehingga sering dijuluki “blood moon”.
Berbeda dengan gerhana matahari yang hanya terlihat dari wilayah tertentu, gerhana bulan total dapat dinikmati oleh siapa saja yang sedang berada di sisi malam bumi saat peristiwa berlangsung.
Mengamati gerhana matahari memerlukan kewaspadaan khusus. Melihat matahari secara langsung tanpa pelindung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina. Karena itu penggunaan kacamata gerhana bersertifikat atau filter matahari khusus sangat dianjurkan. Tanpa perlindungan yang tepat, risiko gangguan penglihatan bisa terjadi dalam waktu singkat.
Rangkaian gerhana pada 2026 menjadi pengingat bahwa dinamika tata surya terus berlangsung di atas kepala kita. Dari cincin api yang memukau hingga langit siang yang mendadak gelap, setiap gerhana menawarkan pengalaman astronomi yang tak terlupakan selama kita menikmatinya dengan aman.