Mie Laksa, Mie Khas Melayu yang Creamy dan Berempah

  • 27 Feb 2026 22:18 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID Tanjungpinang : Kepulauan Riau, salah satu wilayah Indonesia yang kental dengan adat budaya Melayu serta memiliki segudang kuliner yang menggugah selera. Selain kerupuk Atom, Mie Tarempa, Luti Gendang, Mie Lendir, Bubur pedas, nasi dagang, ada juga Laksa atau Lakse. Bagi selain masyarakat Melayu tentunya kurang familiar dengan nama kuliner ini bahkan tidak bisa membayangkan terbuat dari apa makanan ini.

Laksa adalah sup mie pedas Peranakan yang populer. Budaya Peranakan berakar di Asia Tenggara dan merupakan perpaduan pengaruh Tionghoa, Melayu, dan Indonesia. Jadi tidak mengherankan jika laksa merupakan perpaduan mie Tionghoa dan Kari Asia Tenggara , dan bervariasi dari kari "Tionghoa" yang ringan hingga varietas yang sangat pedas. Nama "Laksa" diyakini berasal dari bahasa Sanskerta 'laksha' yang berarti "banyak", menggambarkan kompleksitas bumbu dan rempah yang digunakan. Laksa terdiri dari 2 cara pengolahan yaitu Laksa goreng dan Lakse kuah. Selain itu Laksa mudah dijumpai diberbagai kedai makan Melayu, di tempat penjualan kue pinggir jalan atau bahkan banyak yang menjualnya secara online.

Laksa terdiri dari berbagai jenis yaitu

  1. Laksa Singapura/Lemak: Menggunakan kuah santan kaya rempah, sering memakai kaldu udang dan topping otak-otak.
  2. Laksa Asam/Penang: Kuah bening berbahan ikan dengan asam jawa, memberikan cita rasa segar.
  3. Laksa Indonesia: Sangat beragam, seperti Laksa Betawi (kuah ebi/oncom), Laksa Bogor (serundeng), dan Laksa Tangerang (Nyai/Nyonya).
  4. Lakso/Lakse: Khas Palembang/Melayu, menggunakan mie sagu atau tepung beras dengan kuah santan kuning.

Dikutip dari laman https://asianinspirations.com.au/food-knowledge/the-history-of-laksa/, Ada dua jenis laksa utama yang paling digemari masyarakata yaitu :

  1. Laksa kari umumnya adalah yang kita pikirkan ketika mendengar orang berbicara tentang laksa. Juga dikenal sebagai curry mee, hidangan ini terbuat dari santan dan pasta kari sebagai dasarnya, dan memiliki tekstur creamy, rasa yang kuat, dan seringkali sangat pedas karena banyaknya cabai yang ditambahkan di atasnya. Laksa kari bukanlah hidangan yang sederhana, seringkali diperkaya dengan bakso ikan, tahu goreng, mi, dan udang atau ayam (kadang-kadang keduanya!). Secara tradisional dibuat dengan mi beras pipih dan tipis yang segar, terkadang Anda akan melihatnya menggunakan mee (mi gandum kuning), itulah sebabnya disebut curry mee di Penang.

  2. Laksa Assam, di sisi lain, tidak mengandung santan. Sebagai gantinya, kuah yang lebih ringan dibuat dari ikan (biasanya trevally, snapper, atau mullet), asam jawa, dan bunga jahe obor. Bunga jahe obor adalah bunga yang dapat dimakan dan sangat indah yang umum di Asia Tenggara dan—seperti namanya—memiliki rasa aromatik yang pedas. Daun bawang, pasta udang, dan akar-akaran yang harum dicampur untuk membentuk rempah (pasta bumbu), yang menambahkan rasa yang kuat pada kuah saat dicampur. Sup ini diakhiri dengan hiasan nanas, mentimun, dan daun mint yang membantu menyeimbangkan rasa kuah. Meskipun berasal dari Penang, laksa ini sangat populer di ibu kota Kuala Lumpur, dimakan—tidak diragukan lagi—sebagai penawar panas dan kelembapan.

Rekomendasi Berita