Kisah Sedih Tesla, Penemu Berpengaruh yang Tak Sejahtera

  • 03 Feb 2026 04:01 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Nama Nikola Tesla dikenal dunia sebagai salah satu penemu paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun di balik kontribusinya terhadap sistem listrik modern, Tesla menjalani akhir hidup yang jauh dari kata sejahtera dan meninggal dalam kondisi miskin di New York pada tahun 1943.

Nikola Tesla lahir pada 10 Juli 1856 di wilayah yang kini masuk Kroasia. Ia dikenal sebagai penemu sistem arus bolak-balik (AC), teknologi yang hingga kini menjadi standar distribusi listrik dunia. Selain itu, Tesla juga berkontribusi pada pengembangan radio, motor listrik, hingga teknologi nirkabel. Meski ide-idenya revolusioner, banyak penemuannya tidak memberinya keuntungan finansial yang sepadan.

Kondisi keuangan Tesla memburuk akibat sejumlah faktor, mulai dari kegagalan proyek ambisius seperti Wardenclyffe Tower, hingga konflik bisnis dengan para investor. Tesla dikenal lebih fokus pada inovasi ketimbang urusan paten dan keuntungan, sehingga banyak temuannya justru dimanfaatkan pihak lain. Pada masa tuanya, ia hidup berpindah-pindah hotel dan mengandalkan bantuan dari beberapa kenalan.

Kisah Nikola Tesla menjadi pengingat bahwa kecerdasan dan inovasi besar tidak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan finansial. Meski wafat dalam kondisi bangkrut, warisan Tesla justru semakin diakui setelah kematiannya. Saat ini, namanya diabadikan dalam satuan medan magnet dan menjadi simbol dedikasi terhadap ilmu pengetahuan demi kemajuan umat manusia. RV

Rekomendasi Berita