Optimalkan Ibadah dengan Biohacking: Kunci Tubuh Bugar Selama Ramadan

  • 03 Mar 2026 16:53 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Perubahan pola makan dan jam tidur selama bulan Ramadan sering kali dianggap sebagai tantangan fisik yang berat. Namun, melalui pendekatan biohacking, umat Muslim justru dapat memanfaatkan momentum puasa untuk memperbaiki sistem biologis tubuh secara total. Dalam dialog "Tarakan Siang Ini" pada Jumat (27/2/2026) di RRI Tarakan, dr. Ingolda Nadaa Nabiilah, MHPE, membedah secara mendalam bagaimana cara mengatur jam biologis dan hormon agar tubuh tetap produktif meski sedang berpuasa.

Banyak masyarakat melakukan kesalahan saat sahur dengan mengonsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan, seperti nasi putih dalam porsi besar atau mie instan. Menurut dr. Nada, hal ini memicu lonjakan hormon insulin yang justru akan mempercepat munculnya hormon grelin (hormon lapar). "Tips agar lebih kuat, gunakan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau umbi-umbian, lalu tinggikan protein dan serat. Ini penting untuk menjaga agar energi tidak cepat terbakar habis," ujar dr. Nada.

Perubahan jadwal bangun untuk sahur sering kali memangkas waktu tidur ideal. dr. Nada menyarankan pentingnya efisiensi waktu setelah ibadah Tarawih. Masyarakat diminta segera beristirahat dan menjauhi gadget yang dapat menghambat hormon melatonin.

Untuk mengatasi lemas di siang hari, dr. Nada merekomendasikan power nap atau tidur siang singkat selama 20 hingga 30 menit. "Tidur siang sejenak berfungsi untuk 'ngecas' energi kembali, sehingga fokus saat bekerja tetap terjaga," tambahnya.

Meski sedang berpuasa, aktivitas fisik tidak boleh ditinggalkan. Waktu terbaik yang disarankan adalah 30 menit menjelang berbuka puasa (ngabuburit). Hal ini bertujuan agar saat tubuh mulai merasa haus atau lelah setelah berolahraga, waktu berbuka sudah tiba sehingga hidrasi bisa segera dilakukan.

Sebagai penutup, dr. Nada mengingatkan bahwa kunci utama dari biohacking Ramadan adalah kesadaran untuk memilih jenis makanan yang bergizi, bukan sekadar mengikuti keinginan mata saat lapar melanda.

Rekomendasi Berita