Mengenal Amigdala, Rahasia di Balik Emosi saat Puasa Ramadan
- 07 Mar 2026 11:25 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Pernahkah Anda merasa lebih emosional atau ingin marah tanpa alasan yang jelas saat sedang berpuasa? Dalam sesi bincang-bincang dalam program KURMA di Programa 1 RRI Tarakan, bersama dr. Ing Golda Nada Nabila mengungkapkan bahwa ada perang antara bagian otak kita saat sedang menahan lapar.
Secara psikologis, ada bagian otak bernama prefrontal cortex yang bertugas mengendalikan emosi, sementara Amigdala berperan dalam memicu reaksi emosional. Saat puasa, kita dilatih agar prefrontal cortex lebih berkuasa untuk meredam sumbu pendek yang dipicu oleh Amigdala.
Kondisi dehidrasi ringan pada otak dan penurunan glukosa darah memang nyata adanya saat seseorang berpuasa selama 12 hingga 14 jam. Hal inilah yang sering kali membuat seseorang kehilangan fokus dan menjadi lebih sensitif terhadap hal-hal sepele di sekitarnya.
dr. Nada juga menyoroti perilaku melampiaskan kemarahan kepada orang yang tidak bersalah. Hal ini terjadi karena pelaku merasa aman melakukan hal tersebut kepada orang yang dianggap tidak akan melawan, yang merupakan bagian dari mekanisme pertahanan diri yang kurang sehat.
"Salah satu cara sehat untuk mengalihkan energi negatif kemarahan adalah dengan melakukan aktivitas fisik ringan. Olahraga menjelang berbuka dapat memicu hormon endorfin atau hormon kebahagiaan yang secara alami menurunkan tingkat stres dan rasa marah," Ungkapnya dalam sesi dialog yang dipandu Penyiar Jubaedah.
Lingkungan sosial juga memegang peranan penting dalam penularan emosi, karena kemarahan bersifat "menular" seperti halnya kebahagiaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memilih lingkungan dan tontonan di media sosial yang menyejukkan hati selama Ramadan.
Puasa yang sukses adalah puasa yang mampu merefleksikan diri dan melakukan evaluasi terhadap setiap tindakan yang dilakukan seharian. Dengan manajemen emosi yang baik, Ramadan menjadi momen emas untuk melakukan refreshing total, baik secara biologis maupun mental.