Tradisi Wisuda Berubah, Karangan Bunga Dibatasi
- 08 Feb 2026 11:08 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate- Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mulai mengubah tradisi perayaan wisuda dengan membatasi, bahkan melarang, pengiriman karangan bunga ke area kampus. Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan civitas akademika serta kebutuhan menata ruang kampus agar lebih tertib saat momen wisuda yang biasanya dipadati keluarga dan tamu undangan.
Selama ini, karangan bunga kerap menjadi simbol ucapan selamat bagi para wisudawan. Namun, di balik kemeriahannya, dekorasi tersebut juga menyisakan persoalan lingkungan. Karangan bunga umumnya bersifat sekali pakai dan berujung menjadi limbah dalam jumlah besar hanya dalam hitungan hari setelah acara wisuda selesai.
Merespons hal tersebut, sejumlah kampus mengambil langkah tegas dengan membatasi penempatan karangan bunga di area kampus. Beberapa perguruan tinggi yang telah menerapkan kebijakan ini antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Airlangga. Kebijakan ini biasanya disosialisasikan menjelang periode wisuda agar keluarga dan mitra kampus dapat menyesuaikan bentuk ucapan selamat.
Sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan, kampus mendorong penggunaan bibit tanaman hidup sebagai pengganti karangan bunga. Bibit tanaman dinilai tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jangka panjang karena dapat ditanam kembali dan memberikan manfaat ekologis. Selain itu, sejumlah kampus juga menyediakan ruang khusus untuk ucapan digital yang ditampilkan melalui videotron di area wisuda.
Ucapan digital ini dinilai lebih efisien karena dapat menampung banyak pesan tanpa memakan ruang fisik. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi tersebut juga sejalan dengan transformasi digital yang tengah digalakkan di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus mengurangi jejak karbon dari dekorasi konvensional.
Melalui kebijakan pembatasan karangan bunga ini, perguruan tinggi berharap tradisi wisuda tetap berlangsung khidmat dan bermakna tanpa meninggalkan limbah berlebih. Langkah tersebut juga diharapkan menjadi contoh nyata penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus, sekaligus mengedukasi mahasiswa dan masyarakat luas tentang pentingnya perayaan yang lebih ramah lingkungan.