Misinformasi dan Disinformasi, Kenali Perbedaannya

  • 05 Mar 2026 13:24 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kewaspadaan masyarakat akan konten yang berdampak negatif patut diberi perhatian. Misinformasi, disinformasi menjadi tantangan besar di tengah masifnya informasi yang beredar tanpa terbendung.

Misinformasi merujuk The Debunking Handbook (2020) adalah informasi yang disebarkan karena kesalahan yang tidak bermaksud untuk menyesatkan. Misinformasi terjadi karena tidak dengan sengaja dan ketidaktahuan tanpa niat tertentu.

Sedangkan disinformasi merupakan kebalikan dari misinformasi. Disinformasi merupakan informasi yang keliru dan disebarkan dengan sengaja untuk tujuan tertentu.

UNESCO menerbitkan buku yang berjudul Journalism, Fake News & Disinformation (2018) yang menjelaskan disinformasi. Disinformasi adalah kebohongan yang disengaja secara aktif dan disebarluaskan oleh aktor dengan motif jahat.

Disinformasi bertentangan dengan fakta yang ada dan bermuara kepada kekisruhan informasi. Oleh karena itu, perbedaan antara misinformasi dan disinformasi terletak pada maksud dan tujuannya.

TJ Thomson, pakar media digital dan komunikasi visual dari RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology) menekankan pentingnya kepercayaan kepada ahli dan informasi yang telah diperiksa secara faktual. Selain itu juga dengan mencari sumber terpercaya dan tidak terburu-buru membagikan konten digital.

"Fokus kepada sumber terpercaya daripada konten yang dihasilkan oleh individu. Berhenti sejenak sebelum membagikan sebuah konten dan tanya kepada diri sendiri; apakah konten tersebut telah disebarkan ulang oleh lembaga bereputasi dan terpercaya," ucapnya melansir laman ABC Australia.

Rekomendasi Berita