Kemenkes: Jangan Asal Sentuh Bayi di Moment Lebaran

  • 11 Mar 2026 03:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate- Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi dan balita selama momen silaturahmi Lebaran. Kebiasaan menyentuh, menggendong, atau mencium bayi ketika berkumpul dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama Campak yang sangat mudah menyebar di tengah keramaian.

Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan bahwa bayi dan balita merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit menular. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi kebiasaan menyentuh bayi saat acara keluarga atau pertemuan besar selama masa Lebaran.

Selain itu, Kemenkes juga mengingatkan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak pada anak. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi disertai munculnya ruam kemerahan pada kulit. Jika tanda-tanda tersebut muncul, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Anak yang sedang mengalami gejala sakit juga sebaiknya tidak diajak ke tempat keramaian agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain. Kemenkes menegaskan bahwa langkah pencegahan sederhana, seperti menjaga kebersihan tangan dan membatasi kontak fisik dengan bayi, dapat membantu melindungi kelompok rentan dari risiko penularan penyakit selama momen Lebaran.

Diimbau juga kepada masyarakat yang sedang sakit untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan menghindari pertemuan besar. Dengan meningkatkan kesadaran bersama, diharapkan perayaan Lebaran tetap berlangsung hangat dan aman bagi semua anggota keluarga, terutama bayi dan anak-anak.

Rekomendasi Berita