Tahula Point, Titik Selam Bernilai Sejarah di Pulau Tidore
- 25 Jan 2025 11:23 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Bagi para pencinta bawah laut khususnya bagi penyelam untuk melihat keindahan ekosistem bawah air mungkin sudah biasa. Bagaimana jika sambil menyelam selain melihat keindahan ekosistem laut juga sekaligus melihat jejak peninggalan sejarah di masa lalu.
Paket komplet penyelaman seperti itu dapat ditemukan di Desa Soa Sio, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Lokasi penyelaman tersebut juga tidak jauh berada dari Benteng Tahula yang merupakan benteng yang dibangun oleh Spanyol pada abad ke -17.
Sehingga nama Tahula Point disematkan sebagai penanda lokasi penyelaman yang sangat mudah untuk diakses ini. Titik lokasi selam ini juga tidak berada jauh dari jalan lintas utama yang ada di Pulau Tidore.

Benteng Tahula yang berada di Pulau Tidore, Maluku Utara terlihat berdiri kokoh di atas bukit. Benteng tersebut menjadi penanda lokasi penyelaman karena titik penyelaman berada di pesisir pantai dan tidak jauh dari jalan lintas utama.
Suparto Abdullah (31) pemandu selam dari Tidore Dive Club menyampaikan keunikan yang ada di Tahula Point karena berkaitan dengan peristiwa sejarah di masa lalu. "Di laut yang berada di bawah Benteng Tahula terdapat peninggalan muatan kapal yang tenggelam di masa lalu," ucapnya.
Suparto juga menjelaskan objek yang tenggelam tersebut ialah guci, gerabah, dan piring yang diduga berasal dari Dinasti Ming. Dinasti Ming sendiri merupakan dinasti kekaisaran Tiongkok yang memerintah sejak abad ke-13 hingga abad ke-16.
Sebagai pemandu selam, Suparto juga menyampaikan bahwa penyelaman di Tahula Point dapat dilakukan di rentang penyelaman dari 12 hingga 20 meter. Tidak hanya menyimpan keunikan wisata selam dengan nilai sejarah, Suparto juga mengungkap di titik selam Tahula juga memiliki keindahan yang masih alami.

Suparto Abdullah (sisi kiri yang menggunakan pakaian berwarna merah putih) bersama Juan Carlos Rey Salgado seorang peneliti yang berasal dari Spanyol, dan pewarta RRI sebelum melakukan penyelaman di Tahula Point.Foto : RRI
"Karang-karangnya masih alami karena untuk perairan di Pulau Tidore sendiri ekosistem karang masih bagus dan alami salah satunya yang ada di titik selam Tahula ini," ungkapnya.
Salah satu penyelam yang datang dan merasakan langsung keunikan dan keindahan titik selam Tahula yaitu Juan Carlos Rey Salgado. Ia merupakan wisatawan yang juga seorang peneliti asal Spanyol.
"Pemandangannya bagus, beragam ikan yang indah dari yang berwarna biru hingga berwarna kuning saya lihat selama menyelam, kata Juan yang pernah menjadi peneliti sebagai ahli kelautan di Institut Oseanografi Spanyol tersebut.
Sebagai pemandu wisata lokal tentu saja Suparto mempunyai harap agar potensi wisata seperti di Tahula Point dapat menjadi perhatian dari berbagai pihak salah satunya dari pemerintah. "Kan sudah ada lokasi penyelaman tinggal diharapkan agar pemerintah dengan serius mengelolanya salah satunya dengan adanya pembangunan fasilitas pendukung seperti kamar mandi umum dan tempat berteduh bagi wisatawan," harapnya.