Melihat Indahnya Selatan Timor dari Ketinggian Fatu Braon
- 09 Des 2025 15:15 WIB
- Ternate
KBRN, Kupang: Pulau Timor bak permata tersembunyi yang menanti untuk ditemukan. Salah satu sisi keindahan Pulau Timor yang tidak boleh dilewatkan yaitu Tebing Fatu Braon.
Tebing batu yang berlokasi di Kampung Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ini menawarkan keindahan yang tiada tara. Dari puncaknya akan terlihat dengan jelas keindahan pesisir pantai selatan Timor, hamparan hutan tropis hingga tower tebing batu yang menjulang.
Tidak sulit untuk mencapai wisata alam ini dari Kota Kupang yang merupakan ibu kota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dibutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan akses jalan aspal yang mulus.
Mencapai puncak ketinggian Fatu Braon juga tidak sulit dilakukan. Tidak sampai 15 menit tergantung kecepatan berjalan dengan menyusuri tangga batu sebagai jalur pendakian.
Salah satu wisatawan yang datang dari Kota Kupang, Dodo Lopo (26) mengungkap keindahan Fatu Braon sebagai destinasi wisata alam. "Fatu Braun ini sangat indah pemandangannya, sangat saya rekomendasikan bagi setiap wisatawan karena lokasinya juga cukup dekat dengan Kota Kupang," katanya.
Selain itu, pemuda yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan ini mengungkap bahwa dulu Fatu Braon menjadi salah satu destinasi wisata favorit. Namun, seiring berjalannya waktu, keindahan Fatu Braon mulai terusik dengan kebiasaan wisatawan yang membuang sampah sembarangan.
"Padahal sudah banyak papan informasi agar wisatawan ikut serta menjaga kebersihan tapi kesadaran untuk menjaga itu belum ada sebenarnya padahal ini merupakan lokasi wisata yang sangat indah," ujarn Dolop panggilan akrabnya.

Sampah yang terserak di jalur pendakian menuju puncak Fatu Braon, Senin (8/12/2025).
Foto: (RRI/Mario Panggabean)
Melansir dokumen geologis Institut Teknologi Sumatra (Itera) Tebing Fatu Braon memperlihatkan sejarah geologis yang kaya dan kompleks. Tebing tersebut terbentuk dari proses sedimen batuan selama ribuan tahun yang menyimpan pengetahuan tentang dinamika tektonik di Pulau Tmor.