Hari Kesejahteraan Mental Remaja Sedunia: Pentingnya Dukungan
- 02 Mar 2026 13:43 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Peringatan Hari Kesejahteraan Mental Remaja Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik akan urgensi menjaga kesehatan mental generasi muda. Berbagai pihak menilai, perhatian terhadap kesehatan mental remaja sama pentingnya dengan kesehatan fisik, terlebih di tengah tantangan era digital dan tekanan sosial yang semakin kompleks.
Mengacu pada data World Health Organization, satu dari tujuh remaja di dunia mengalami gangguan mental, mulai dari kecemasan hingga depresi. Kondisi tersebut, apabila tidak ditangani secara tepat, berpotensi mempengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, hingga kualitas hidup di masa depan.
Keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan mental remaja. Remaja perlu merasa didengar, dipahami, serta mendapat dukungan tanpa stigma dan penghakiman.
“Orang tua harus menjadi ruang aman bagi anak untuk bercerita. Dukungan emosional dari keluarga sangat menentukan kesehatan mental remaja,” ujar Aktivis Kesehatan Mental, Andini Pratiwi.
Selain keluarga, lingkungan sekolah juga memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang aman bagi remaja. Program konseling, edukasi literasi digital, serta kegiatan ekstrakurikuler positif diyakini mampu membantu remaja menyalurkan minat dan emosi secara sehat.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa stigma terhadap gangguan mental masih menjadi tantangan. Para pemerhati kesehatan mental mendorong masyarakat agar lebih terbuka dan tidak ragu mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan.
Hari Kesejahteraan Mental Remaja Sedunia diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan serta aksi nyata yang berkelanjutan demi mewujudkan generasi muda yang sehat secara mental, tangguh, dan berdaya saing.