Cegah Stunting, Pentingnya Intervensi Program Gizi sejak Remaja dan Ibu Hamil

  • 08 Mar 2026 15:55 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Tolitoli terus diperkuat melalui intervensi gizi yang spesifik dan berkelanjutan. Dalam dialog bersama RRI Jumat,(6/3/2026) Pengelola Program Gizi/Stunting, Nurhayati, menekankan bahwa kunci utama memutus rantai stunting adalah dengan menjaga kondisi kesehatan ibu bahkan sebelum masa kehamilan dimulai.

Menurut Nurhayati, salah satu fokus utama saat ini adalah memastikan para remaja putri dan ibu hamil terbebas dari anemia. Hal ini dilakukan melalui pendistribusian dan edukasi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.

"Kita ingin memastikan bahwa calon ibu dan ibu hamil memiliki kadar hemoglobin yang cukup. Jika ibu hamil mengalami anemia atau Kurang Energi Kronis (KEK), resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan potensi stunting akan jauh lebih besar," jelas Nurhayati.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Nurhayati menjelaskan bahwa strategi pemenuhan gizi tidak harus bergantung pada produk pabrikan yang mahal. Ia mendorong masyarakat dan kader Posyandu untuk memaksimalkan potensi pangan lokal yang melimpah di wilayah Tolitoli, seperti ikan segar dan sayur-sayuran hijau.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dinilai lebih efektif karena selain mudah didapat, juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola makan bergizi yang bisa diterapkan sehari-hari di rumah. Nurhayati juga menyoroti peran penting kader dalam melakukan edukasi personal. Jika terdapat ibu hamil atau balita yang tidak hadir di Posyandu, tim gizi puskesmas bersama kader akan melakukan langkah jemput bola melalui kunjungan rumah.

"Edukasi mengenai pola asuh dan pola makan adalah investasi jangka panjang. Kami terus berupaya mengubah pola pikir masyarakat bahwa stunting bukan sekadar faktor keturunan atau genetik pendek, melainkan masalah asupan gizi dan sanitasi yang bisa kita intervensi sejak dini," tambahnya.

Melalui koordinasi yang erat antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan para kader di lapangan, diharapkan target penurunan angka stunting di Kabupaten Tolitoli dapat tercapai meski di tengah keterbatasan anggaran operasional.

Rekomendasi Berita