Penguatan Siswa Digalakan jelang Pelaksanaan TKA dan USP secara Nasional

  • 12 Mar 2026 15:28 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Wakasek Kurikulum SMP Negeri Unggulan Ohoijang, Johana Ch. Beresaby, S.Pi kepada rri.co.id mengaku , persiapan menghadapi ujian akhir bagi kelas IX telah digalakan sebelumnya, diantaranya pelaksanaan ujian praktek pada awal Maret, Jumat (12/3/2026).

“ TKA tes kompetensi akademik dan juga ujian satuan pendidikan, Sekarang lagi berjalan TKA dalam bentuk gladi bersih. Kemudian untuk USP-nya kita sudah ada pembimbingan untuk anak-anak dari bulan Februari kemarin”, ucap Johana.

Johana juga menyebutkan, awal Februari 2026 dibekali para siswa Kelas IX, yang akan mengikuti TKA maupun Ujian Satuan Pendidikan(USP), yang akan berlangsung bulan Mei mendatang.

“Ada 100 peserta didik di Kelas IX, terbagi dalam 4 rombel dan untuk kesiapan perangkat kita punya komputer yang baik untuk melayani dengan server itu ada 30 unit. Kalau kita laksanakan USP untuk 100 siswa , kita bisa targetkan dapat 3 shift,”katanya.

Menurut Johana, khusus pada pelaksanaan ujian praktik, mata Pelajaran yang diikuti diantaranya, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Agama Katolik, Pendidikan Agama Islam, IPA, Prakarya, Informatika, dan PJOK.

“Kalau kita punya ada bahasa Indonesia, Penguatan literasi, ada juga Matematika, ada untuk penguatan Numerasi, serta survei karakter dan survei lingkungan belajar”, ulas Johan.

Lebih lanjut menggambarkan, pelaksanaan TKA diselenggarakan secara nasionalm mulai tanggal 6 sampai 16 April 2026, sekain itu mengantisipasi Liburan Idul Fitri dan Paskah 2026, Pihak Sekolah terus melakukan interaksi bersama orang tua, informasi penting biasanya juga di-share lewat grup kelas karena ada di dalamnya orang tua. Terhadap pengawasan siswa.

“Tetap kita adakan proses pembelajaran di kelas penguatan-penguatan untuk literasi dan numerasi. Dalam hal ini pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika di samping Bimbel. Kemudian ada tugas-tugas mandiri juga yang terus diberikan biar anak-anak,” ungkapnya.

Johana juga menilai, Tenaga Pendidik memiliki waktu untuk menguatkan pemahaman kognitif dan ketampilan serta pemahaman-pemahaman baik untuk karakter, sebab seorang siswa bukan hanya cerdas secara akademik, akan tetapi perlu memiliki budi pekerti yang luhur.

“Kalau total adik-adik kita dari kelas tujuh sampai kelas sembilan ada sebelas rombel untuk kelas tujuh sampai kelas sembilan sedangkan jumlah peserta didik ada 301 Siswa, dan kami disini menggunakan kurikulum Merdeka”, pungkasnya.

Penerapan kurikulum Merdeka kata Johana diterapkan dalam pembelajarn, namun diimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam, juga meminta para Murid tetap melakukan yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan diri, memperhatikan nilai-nilai positif baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

“ Terus tetap semangat, jangan patah semangat, jangan menyerah, apapun kendala tetap pasti ada jalan keluarnya. Jadi kami tetap membangun perspektif ini kepada anak-anak”, ajaknya.

Johana memupuk semangat optimisme bagi Peserta didik, untuk apapun yang ditemukan kesulitan, dipastikan terdapat solusi dari setiap permasalahan, melalui berusaha untuk menggapai harapan kedepan.

Johana juga mengulas, untuk membentuk karaktek siswa yang handal, Pihak Sekolah selain penguatan kognitif dan keterampilan, karakter anak dibentuk lewat pembinaan rohani di setiap hari Jumat, membina iman spiritual Siswa untuk lebih memiliki akhlak yang mulia sebagai bekal meraih masa depan yang cemerlang.

Rekomendasi Berita