Konsisten Penjual Lauk Pasar Malam

  • 23 Jan 2026 21:13 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Meskipun ada keluhan dari beberapa penjual di pasar malam Kota Tual mengenai daya beli masyarakat yang menurun karena curah hujan ekstrim, beberapa penjual tetap konsisten salah satunya ibu Jawariah.

Ibu Jawariah menjual kuliner khas daerah Kei seperti sir-sir, acar, lat(rumput laut), dan beberapa jenis kuliner lain yang diolah dari bahan dasar daun singkong, daun papaya, bunga papaya dan jantung pisang. Selain itu juga terdapat ikan asar, ikan kuah dan ikan tepung.

Saat ditemui rri.co.id kamis (22/1/2026 ) mengatakan, meskipun cuaca hujan ekstrim di wilayah kota Tual dan sekitarnya beberapa waktu terakhir ini, dia tetap konsisten buka lapak dagangannya. Saat curah hujan tinggi ibu Jawariah melindungi jualannya dengan plastik bening dan payung agar tidak basah.

Ia pun mengatakan selama curah hujan ekstrim jualannya sering tidak terjual habis karena pembeli sangat minim berkunjung ke lapak pasar malam. Jika cuaca normal, maka jualannya selalu laris bahkan habis hingga omzet bisa mencapai delapan ratus ribu rupiah / hari.

“Walau hujan besar tetap buka lapak biarpun jualan tidak habis tapi kalau seng hujan begini jualan selalu habis, saya bisa dapat delapan ratus ribu setiap kali jualan,” Ujarnya.

Ibu Jawariah mengaku, selama 12 tahun menjadi penjual lauk dirinya sangat bersyukur bisa menopang ekonomi keluarga dan membiayai anak-anaknya sekolah sampai ke perguruan tinggi. Ditambahkan, olahan sayur mayur dengan racikan bumbu Khas Daerah Kei bukan saja orang lokal atau orang Maluku yang gemar konsumsi kuliner tersebut. Akan tetapi dari semua suku yang tinggal di tanah Kei khususnya yang ada di kota Tual dan sekitarnya.

Kuliner khas Kepulauan Kei memang tetap memiliki ciri khas yang kuat, ditandai dengan penggunaan bahan lokal seperti singkong dan hasil laut, serta teknik pengolahan tradisional yang menghasilkan cita rasa unik.

Rekomendasi Berita