Langgur, Gerbang Awal Keindahan Kepulauan Kei

  • 15 Jan 2026 15:32 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur: Di ujung timur Indonesia, Kepulauan Kei menyimpan pesona alam yang tak kalah memikat dibanding destinasi internasional manapun. Dari kejernihan laut, hamparan pasir putih, hingga gugusan pulau yang masih alami, kawasan yang kerap dijuluki “Seribu Pulau” ini semakin ramai diperbincangkan wisatawan nasional maupun mancanegara. Namun, sebelum menjejakkan kaki di Pantai Ngurbloat, atau menikmati pasir timbul Ngurtafur yang memanjang bak permadani di tengah laut, ada satu kota yang menjadi titik awal setiap perjalanan menuju Kei: Langgur, ibu kota Maluku Tenggara, Kamis (15/1/2026).

Bagi Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, Langgur bukan sekadar gerbang geografis menuju keindahan alam, tetapi juga gerbang budaya. Kota ini menampilkan kehidupan sosial yang hangat, berlandaskan nilai “Ain ni Ain” prinsip persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Kei.

“Selain keindahan alam, Langgur menghadirkan kekuatan lain yang menjadi ciri khas wilayah Maluku Tenggara, yaitu kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai ‘Ain ni Ain’, atau kita semua bersaudara,” ujar Bupati Thaher.

Nilai persaudaraan ini tampak jelas dalam keseharian warga. Di pasar tradisional, para pedagang menyambut pengunjung dengan senyum ramah, berbagi cerita tentang buah-buahan lokal atau hasil tangkapan laut mereka. Di bandara, sambutan hangat masyarakat dan petugas membuat pendatang merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Keramahan yang tulus ini bukan sekadar atraksi wisata, tetapi bagian dari identitas dan warisan budaya Kei yang dijaga dan diwariskan lintas generasi hingga saat ini.

Selain budaya yang ramah, Langgur menawarkan pengalaman kuliner yang autentik, dari ikan bakar dengan bumbu khas Kei hingga kue tradisional yang mewarnai setiap acara adat. Jalanan kota yang tenang, dilengkapi pelabuhan kecil dan rumah-rumah bercat cerah, menjadi latar sempurna bagi siapa pun yang ingin merasakan keseharian masyarakat Kei.

“Berwisata di Langgur bukan sekadar transit menuju pulau-pulau, tetapi pengalaman merasakan nadi budaya Kei, yang ramah dan bersaudara,” kata Bupati Thaher.

Bagi wisatawan, berkunjung ke Langgur adalah lebih dari titik transit. Kota ini menjadi pengantar yang hangat, sebelum menyambut pesona alam Kepulauan Kei yang menanti di setiap sudut pantai dan pulau. Panorama alam yang indah, ditambah keramahan warganya, menjadikan pengalaman di Langgur tidak terlupakan. Di sini, wisatawan tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan nadi budaya Kei: ramah, bersahaja, dan bersaudara.

Dengan kombinasi keindahan alam dan kekayaan budaya, Langgur membuktikan bahwa perjalanan ke Kepulauan Kei bukan sekadar destinasi, tetapi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam di hati setiap pengunjung. Kota ini mengingatkan kita keindahan pariwisata tidak hanya diukur dari pasir putih dan laut biru, tetapi juga dari hangatnya senyum dan keramahan masyarakatnya.

Rekomendasi Berita