Lansia di Tuban Tekun Lestarikan Krupuk Uyel

  • 30 Nov 2025 17:44 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Tradisi kuliner lokal khas Dusun Lengki, Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, ternyata masih banyak yang belum mencobanya. Krupuk Uyel, salah satu makanan ringan berbahan dasar singkong ini telah diproduksi secara turun-temurun selama puluhan tahun, dengan cita rasa yang khas tanpa tambahan bumbu maupun pengawet apapun.

Salah satu usaha krupuk Uyel di Dusun Lengki, Desa Pakel, Kecamatan Montong, pertama kali dirintis oleh Mbah Rusiem, kemudian diteruskan oleh putrinya, Mbah Tumi, yang kini berusia sekitar 70 tahun. Sejak kecil, Mbah Tumi sudah terbiasa membantu sang ibu membuat krupuk uyel.

“Dulu ikut bantu ibu, lama-lama jadi kebiasaan sampai sekarang,” ucapnya, Minggu (30/11/2025).

Dalam sekali produksi, Mbah Tumi mampu membuat 10 hingga 12 kilogram krupuk uyel. Cara pembuatannya sederhana, singkong yang dipotong-potong, dijemur, lalu digiling, kemudian dicampur dengan tepung tapioka dan garam tanpa tambahan bumbu lain.

Kesederhanaan bahan ini justru membuat cita rasa krupuk uyel tetap otentik dari generasi ke generasi. Proses produksi hanya dilakukan tiga kali seminggu, setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 06:00 - 13.00 WIB.

Pada musim kemarau, adonan krupuk dijemur langsung di bawah sinar matahari. "Kalau musim penghujan, proses pengeringan ya harus dipanggang, biar produksi juga tetap berjalan dan kebutuhan pembeli tetap terpenuhi," katanya.

Krupuk uyel buatan Mbah Tumi biasanya dipasarkan di Pasar Montong dan Pasar Jetak saja, dan masih belum menyeluruh di Kabupaten Tuban bahkan diluar daerah.

Meski produk ini belum dipasarkan secara online, namun pembeli yang datang langsung ke rumah juga diperbolehkan memesan. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, cukup Rp6.000 untuk 9–10 keping krupuk uyel siap goreng, dan Rp4.000–Rp5.000 untuk krupuk mentahan.

Di tengah maraknya makanan modern dan serba instan, kehadiran krupuk uyel tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Dedikasi Mbah Tumi menjaga warisan keluarga menjadikan krupuk uyel bukan sekadar camilan, tetapi juga simbol ketahanan budaya lokal.

Meski usianya tidak lagi muda, Mbah Tumi tetap setia melestarikan tradisi kuliner warisan keluarganya. Berkat ketekunan beliau, cita rasa krupuk uyel khas Dusun Lengki terus hidup dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kabupaten Tuban.

Rekomendasi Berita