Wisata Pantura Lamongan Dominasi Kunjungan Libur Nataru 2025
- 30 Des 2025 12:28 WIB
- Tuban
KBRN, Lamongan: Destinasi wisata di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Lamongan mendominasi angka kunjungan wisatawan selama momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal tersebut berdasarkan data akumulasi kunjungan yang dihimpun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan.
Kepala Disparbud Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan dominasi wisata Pantura tidak lepas dari ragam pilihan destinasi yang ditawarkan, mulai wisata alam, religi, edukasi, hingga hiburan keluarga. “Dari akumulasi data kunjungan kami, destinasi wisata di wilayah Pantura mendominasi pada momen libur Nataru 2025. Wilayah Pantura memang memiliki beragam jenis wisata yang lengkap,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan data Disparbud, terhitung sejak 13 hingga 25 Desember 2025, total kunjungan wisatawan di Kabupaten Lamongan mencapai 89.950 kunjungan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87.257 kunjungan tercatat berada di destinasi wisata wilayah Pantura.
Sejumlah destinasi mencatat angka kunjungan signifikan, di antaranya wisata religi Makam Maulana Ishaq Kemantren Paciran dengan 36.844 kunjungan, Makam Sunan Drajat sebanyak 33.646 kunjungan, Goa Maharani Zoo 9.457 kunjungan, Pantai Klayar 6.851 kunjungan, serta Desa Wisata Pantai Kutang dengan 459 kunjungan.
Rubikah menjelaskan, tingginya minat wisatawan ke Pantura juga ditopang oleh kemudahan akses transportasi. Salah satunya melalui kehadiran layanan Bus Trans Jatim.
“Pada Agustus 2024 telah dilaunching Bus Trans Jatim Joko Tingkir Koridor IV yang menghubungkan Paciran–Bunder Gresik. Kemudian pada Oktober 2025, diluncurkan Trans Jatim Koridor VII yang menghubungkan Terminal Lamongan hingga Terminal Paciran,” katanya.
Meski demikian, Rubikah menegaskan bahwa dominasi wisata Pantura tidak menggeser potensi destinasi di wilayah Lamongan lainnya. Sejumlah kawasan tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Di antaranya wisata sejarah Makam Nyi Andong Sari di Kecamatan Ngimbang, Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego) di Kecamatan Sugio, hingga destinasi wisata keluarga Istana Gunung Mas 27 di Kecamatan Mantup yang mengusung arsitektur perpaduan Jawa dan Tionghoa.
“Setiap wilayah di Lamongan memiliki ikon wisata masing-masing yang terus kami kembangkan agar kunjungan wisata semakin merata,” katanya.