Puluhan Siswa Mengikuti Pelatihan Gasing di Sekolah Adat

  • 17 Feb 2026 18:25 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena: Puluhan siswa dan guru Sekolah Adat Hugulama, Kabupaten Jayawijaya mengikuti pelatihan metode GASING (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) ala Prof. Yohanes Surya. Pelatihan yang merupakan rangkaian Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 itu dilaksanakan selama 2 minggu.

Diketahui, festival sekolah adat dilakukan dari tanggal 2-31 Januari 2026 di halaman Gereja Katolik Kapel Santo Yohanes Pembaptis Yogonima. Sedangkan pelatihan dari Gasing dilakukan selama 13 hari, yakni dari tanggal 18-30 Januari 2026.

“Pelatiihan ini difokuskan pada anak-anak sekolah maupun orang-orang tua yang masuk dalam pengurus sekolah adat. Anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di SD Inpres Sumunikama, dan SD Inpres Sekan Ganda juga dapat dilibatkan dalam pelatihan ini” Kata Yeremias Hisage, Ketua Panitia Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 kepada media jumat (13/02/2026).

Katanya, sebanyak 50-an orang mengikuti pelatihan secara bertahap hingga akhir. Hasilnya diakui sangat memuaskan, karena banyak orang tua dan anak-anak muda yang tidak mengenal angka mulai mengerti dengan baik, bahkan menulis dan menghitung dengan sangat baik.

“Pihak Gasing sendiri mengirim empat orang, yakni Andreas Matuan, Nopita Meage dan 2 tenaga admin dari Yayasan Gasing Center Papua Pegunungan. Mereka hadir sebagai fasilitator dan trainer untuk melatih guru-guru dan peserta didik di sekolah adat” Ujar Yeremias.

Setelah mengikuti proses belajar mengajar bersama, peserta mampu mempraktekkan di depan guru-guru dan peserta lain. Jika dilihat, walaupun belum maksimal sejumlah orang mulai memahami metode dan bisa diterapkan dalam sekolah adat nanti.

Metode belajar yang diterapkan Gasing sangat sederhana dan praktis, sehingga anak-anak kecil maupun orang dewasa di kampung-kampung yang mengikuti pelatihan mudah memahaminya. Tidak bosan, karena di tengah-tengah ada selingan lagu, dan pergerakan yang menyatu dengan pelajarannya.

“Kami sebagai yayasan dan pengurus sekolah adat berharap agar kolaborasi antara Gasing dan Sekolah Adat Hugulama tetap dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, termasuk anak-anak usia dini. Kerjasama seperti ini sangat penting karena membantu masyarakat dalam menyiapkan sumber daya manusia dari bawah” Ucap Yeremias Hisage.

Panitia festival menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gasing Center di Papua Pegunungan yang diorganisir oleh anak-anak negeri sendiri. Karena di tengah kesibukan para guru-guru datang—meninggalkan tempat tugas, hanya untuk memberikan pelatihan bagi guru-guru dan peserta didik di sekolah adat Hugulama.

“Kami harap pemerintah daerah memperhatikan keprihatinan anak-anak daerah yang punya kemampuan akademis di bidang matematika yang luar biasa. Perlu memberikan kepercayaan penuh kepada mereka agar mampu menyiapkan generasi penerus yang berkualitas” Harap Hisage.

Rekomendasi Berita