Dugaan Kebocoran Data Mahasiswa di Dark Web

  • 22 Jan 2026 20:45 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena: Dugaan kebocoran data pribadi mahasiswa dari sejumlah universitas ternama di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah muncul klaim bahwa data sensitif milik mahasiswa bocor dan diperjualbelikan di forum hacker serta dark web.

Kasus terbaru terungkap melalui unggahan viral di Facebook oleh akun bernama Matt Murdrock, yang menyebut bahwa data mahasiswa dari setidaknya 13 universitas di Indonesia telah bocor. Dikutip dari website lambeturah.co.id, dalam unggahan tersebut ditampilkan tangkapan layar yang diduga berisi informasi pribadi mahasiswa, termasuk nama lengkap, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), alamat email, hingga kata sandi akun digital.

Menurut klaim dalam unggahan tersebut, data yang bocor diperjualbelikan di forum dark web dengan harga tertentu. Hal ini memicu kekhawatiran luas di kalangan mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum terkait potensi penyalahgunaan data, seperti penipuan online, pencurian identitas, hingga peretasan akun pribadi.

Pakar keamanan siber menilai bahwa kebocoran data di sektor pendidikan merupakan ancaman serius yang dapat berdampak jangka panjang. Selain berisiko bagi individu, insiden semacam ini juga berpotensi merusak reputasi institusi pendidikan serta menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap sistem digital kampus.

Sejumlah pihak mendorong universitas untuk segera melakukan audit keamanan sistem, memperkuat perlindungan data, serta meningkatkan literasi keamanan digital bagi mahasiswa dan staf akademik. Langkah pencegahan dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebocoran data di masa depan.

Masyarakat dihimbau untuk lebih waspada dengan mengamankan akun digital, mengganti kata sandi secara berkala, serta tidak sembarangan membagikan informasi pribadi. Sementara itu, pemerintah diharapkan dapat memperkuat regulasi perlindungan data pribadi guna mencegah terulangnya kasus serupa.

Rekomendasi Berita