Mengapa Huawei Disebut Monster Teknologi Global
- 26 Jan 2026 20:01 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, SHENZHEN, TIONGKOK - Huawei menjadi sorotan dunia setelah Amerika Serikat menilai perusahaan ini sebagai ancaman keamanan nasional, terutama karena dominasinya dalam teknologi jaringan 5G. Pemerintah AS menuduh Huawei berpotensi dimanfaatkan untuk spionase, meskipun belum ada bukti publik yang secara resmi membuktikan tuduhan tersebut. (Sumber : www.cfr.org)
Kekhawatiran utama AS terletak pada infrastruktur 5G Huawei, yang dinilai berisiko karena jaringan ini menjadi tulang punggung komunikasi, kota pintar, dan teknologi masa depan. Sejumlah negara sekutu AS bahkan membatasi atau melarang penggunaan perangkat Huawei dalam jaringan nasional mereka.
Meski terkena sanksi berat sejak 2019, Huawei tetap bertahan dan bahkan mencatat pertumbuhan signifikan. Pada 2024 di kutip dari website techwireasia.com, pendapatan Huawei mencapai sekitar US$118,3 miliar, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu kekuatan utama Huawei adalah investasi besar dalam riset dan pengembangan (R&D). Huawei mengalokasikan lebih dari US$22 miliar per tahun untuk R&D, menjadikannya salah satu perusahaan dengan belanja riset terbesar di dunia.
Selain telekomunikasi, Huawei kini membangun ekosistem teknologi mandiri yang mencakup chip AI, cloud computing, sistem operasi HarmonyOS dan solusi komputasi. Itu semua di anggap sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika dan menghadapi tekanan geopolitik.
Kombinasi skala global, investasi riset besar, kontrol rantai pasok, serta dukungan pasar domestik China membuat Huawei tetap menjadi kekuatan teknologi besar dunia. Inilah yang membuat Huawei kerap disebut sebagai “monster teknologi” yang sulit dihentikan meski menghadapi sanksi internasional.