DWP Papua Pegunungan Lakukan Pemeriksaan Dini Kanker Serviks
- 22 Nov 2025 20:43 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP), DWP Provinsi Papua Pegunungan menggelar kegiatan pemeriksaan dini kanker serviks di RSUD Wamena, Jumat (21/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata organisasi dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan perempuan, khususnya para anggota DWP.
Sambutan Ketua DWP Papua Pegunungan, Ny. Sisilia W. Siep, yang dibacakan oleh Wakil Ketua II, Ny. Antonia H. Kenangalem, menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pendamping suami, ibu, dan pilar keluarga. Ia menyampaikan bahwa kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi perempuan, namun dapat dicegah dan ditangani lebih awal melalui deteksi dini.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah konkret DWP Papua Pegunungan dalam mendukung pencegahan dan peningkatan kualitas kesehatan anggota. Saya berharap ibu-ibu dapat memanfaatkan kesempatan ini dan menjadikannya kebiasaan untuk rutin memeriksakan kesehatan,” ujar Ny. Antonia membacakan sambutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada RSUD Wamena atas dukungan fasilitas dan tenaga medis yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana dengan baik. Sinergi antara DWP dan institusi kesehatan dinilai penting untuk memperkuat peran organisasi dalam mendampingi dan melindungi anggotanya.
Melalui kegiatan ini, DWP Papua Pegunungan berharap dapat memperkuat komitmen anggotanya dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang sederhana namun efektif untuk mendeteksi lesi pra-kanker.
“Mari kita terus mempererat kebersamaan, meningkatkan pengetahuan, dan memperkuat komitmen menjaga kesehatan. Semoga DWP Papua Pegunungan semakin solid dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” tutup Ny. Antonia.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Wamena, Dr. Imanuel Siegfrit Auparay, Sp.OG, mengungkapkan bahwa kanker serviks merupakan masalah kesehatan global yang juga berdampak signifikan di Papua Pegunungan. Ia menyebut bahwa dalam dua tahun terakhir, RSUD Wamena mencatat rata-rata 16 kasus kanker serviks stadium lanjut setiap bulan, meningkat tajam dari hanya 2–3 kasus per bulan sebelumnya.
“Kanker serviks menjadi penyebab kematian dan beban ekonomi yang tinggi. Deteksi dini jauh lebih efektif dan hemat biaya dibandingkan pengobatan stadium lanjut yang memerlukan kemoterapi atau radioterapi,” jelas Dr. Imanuel Auparay.
Ia menambahkan bahwa RSUD Wamena saat ini hanya mampu menangani kasus pra-kanker. Untuk stadium lanjut, pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, seperti di Jayapura. Namun, keterbatasan biaya sering kali menjadi kendala bagi pasien untuk melanjutkan pengobatan.
Dr. Imanuel Auparay juga mendorong para perempuan untuk tidak ragu memanfaatkan layanan deteksi dini yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan organ intim dan menghindari faktor risiko seperti merokok dan perilaku seksual berisiko.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan HUT DWP bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mendorong perubahan positif dalam kehidupan perempuan, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.