Carolina Reaper, Cabai Terpedas yang Bikin Penasaran

  • 01 Okt 2025 15:52 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena – Carolina Reaper kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta kuliner pedas. Cabai asal Carolina Selatan, Amerika Serikat, ini dikenal sebagai salah satu varietas terpedas di dunia dengan tingkat kepedasan mencapai lebih dari 2,2 juta Scoville Heat Unit (SHU). Angka tersebut jauh melampaui cabai rawit lokal yang rata-rata hanya berada di kisaran 50 ribu hingga 100 ribu SHU.

Carolina Reaper pertama kali dikembangkan oleh seorang penangkar tanaman bernama Ed Currie. Bentuk cabai ini terbilang unik, dengan ujung runcing menyerupai ekor kalajengking. Warna merah menyala dan aroma khasnya membuat banyak orang penasaran untuk mencoba, meskipun risikonya tidak bisa dianggap remeh.

Beberapa orang yang pernah mencicipi Carolina Reaper mengaku merasakan sensasi panas ekstrem yang bisa bertahan hingga lebih dari 20 menit. Bahkan, konsumsi berlebihan dapat memicu masalah kesehatan seperti sakit perut, mual, hingga pusing. Karena itu, para ahli menyarankan agar cabai ini dikonsumsi secara hati-hati dan tidak sembarangan.

Meski terkenal ekstrem, Carolina Reaper banyak dimanfaatkan dalam industri makanan. Beberapa produk saus, bubuk cabai, hingga camilan pedas menggunakannya sebagai bahan utama untuk menarik perhatian konsumen. Di Indonesia sendiri, sejumlah penggemar pedas sudah mulai mencoba mengolahnya sebagai tantangan kuliner maupun sekadar koleksi tanaman.

Fenomena Carolina Reaper menunjukkan bahwa tren makanan pedas terus berkembang dan memiliki pasar tersendiri. Namun, para ahli gizi tetap mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi makanan super pedas, karena efek sampingnya bisa cukup serius jika tidak sesuai takaran. (Salsabila)

Rekomendasi Berita