Promosi FBLB Terus Dilakukan Secara Masif Jelang Pelaksanaan

  • 18 Jul 2025 21:17 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena : Dalam rangka upaya menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya sedang gencar-gencarnya melakukan Promosi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-32, tahun 2025.

Hal itu dikatakan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Engelbert Surabut kepada wartawan di Wamena.

Dikatakan, promosi FBLB itu sendiri dilakukan oleh Event Organizer (EO) yang ditunjuk serta Disbudpar sendiri, mencakup wilayah Papua dan luar Papua. Dimana Promosinya dilakukan secara Online maupun Offline.

"Promosi offline mencakup pemasangan baliho dan media luar ruang lainnya, sementara promosi online memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk menjangkau wisatawan lokal dan mancanegara,” jelasnya kepada wartawan.

Selain itu, Disbudpar juga aktif melakukan promosi langsung di kota-kota besar seperti Wamena, Jayapura, Jakarta, dan Bali. Langkah ini bertujuan khusus untuk menarik minat wisatawan asing, terutama mereka yang sudah menunjukkan ketertarikan pada potensi wisata dan budaya lokal di Lembah Baliem.

“Rentang waktu promosi yang dilakukan secara langsung di Papua dan luar Papua kurang lebih dua minggu. Oleh karena itu, kami akan berupaya optimal agar acara ini dapat disaksikan para turis mancanegara.”ujarnya.

Engelbert Sorabut menjelaskan bahwa beberapa negara telah mengkonfirmasih akan kehadirannya melalui HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) seperti Swiss, Perancis, dan Rusia pada FBLB tahun 2025 ini.

“Promosi yang kami lakukan ini didukung dengan visualisasi gambar dan video yang menampilkan keindahan budaya masyarakat Baliem serta potensi wisata di wilayah Jayawijaya, jelasnya

Ia menambahkan, panitia FBLB tahun ini akan melakukan perubahan lokasi panggung. Dimana Panggung yang sebelumnya menghadap ke jalan kini akan dibalik menghadap ke arah gunung. Perubahan ini dilakukan untuk menambah estetika tarian budaya yang ditampilkan, memadukannya dengan pesona alam sekitar.

“Walaupun ada sedikit keterlambatan biaya, kami memastikan bahwa pembangunan panggung dan tribun dari kayu akan segera dimulai dan selesai sebelum pelaksanaan festival,” tutup Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Jayawijaya Engelbert Surabut.

Rekomendasi Berita