Ekoteologi Upaya Menjaga Alam
- 20 Jan 2026 06:30 WIB
- Waykanan
RRI. CO. ID, Way Kanan - Alam bukan objek eksploitasi, tetapi bagian dari kehidupan yang suci. Menjaga bumi adalah ibadah. Alam adalah ayat-ayat Tuhan yang harus dijaga dan dimuliakan.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Agama RI l, Nasaruddin Umar melalui unggahan media sosial Bimasislam Kemenag RI.
Oleh sebab itu pertemuan nilai agama dan nilai kepedulian lingkungan untuk menjaga alam tetap lestari disebut ekoteologi.
"Alam bagian dari sistem kehidupan yang suci, merawat bumi adalah ibadah. Alam adalah ayat-ayat Tuhan, kerusakan alam mencerminkan kerusakan spiritual manusia," tulis bimasislam dalam unggahannya.
Peran ekoteologi dalam kehidupan beragama yaitu teologi Islam harus menjawab krisis lingkungan, ibadah yang menyentuh bumi, air, udara dan seluruh kehidupan. Muslim yang saleh ritual dan saleh ekologis.
Kementerian agama RI telah melakukan gerakan filantrofi hijau dengan mengarahkan zakat, infak, sedekah dan wakaf pada program pelestarian lingkungan. Dana keagamaan dapat menjadi kekuatan ekonomi hijau bika dikelola secara produktif.
Sebagai bentuk implementasi dari ekoteologi, Kemenag RI menjadikan masjid sebagai pusat gerakan hijau. Pesantren dan sekolah menjadi pengarusutamaan nilai ekoteologi. Menjadikan kegiatan menanam, menjaga sungai dan merawat alam sebagai zikir masa kini.