Kenali Tujuh Resiko Anak di Dunia Digital

  • 17 Feb 2026 09:38 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan : Dunia digital memang seperti taman bermain raksasa tanpa pagar. Di balik kemudahannya untuk belajar, ada sisi gelap yang mengintai si kecil jika tidak kita awasi.

dikutip dari laman Indonesia.go.id berikut adalah tujuh risiko utama yang wajib dipahami orang tua agar anak tetap aman saat berselancar di internet:

1. Paparan Konten Tidak Sesuai Usia
Risiko yang paling umum adalah anak tidak sengaja (atau sengaja) terpapar konten pornografi, kekerasan ekstrem, hingga paham radikalisme. Algoritma internet sering kali "menyeret" anak dari video kartun ke konten dewasa dalam beberapa klik saja.

2. Perundungan Dunia Maya (Cyberbullying)
Berbeda dengan bullying fisik, perundungan digital bisa terjadi 24 jam nonstop melalui media sosial atau aplikasi pesan. Menurut Unicef Indonesia, dampaknya bisa sangat merusak kesehatan mental anak, memicu depresi, hingga keinginan menyakiti diri sendiri.

3. Predator Online (Grooming)
Internet memberikan anonimitas bagi orang jahat. Predator sering kali berpura-pura menjadi sebaya untuk mendekati anak, membangun kepercayaan (grooming), lalu melakukan eksploitasi seksual atau pemerasan.

4. Kebocoran Data Pribadi
Anak-anak sering kali belum paham bahaya membagikan lokasi real-time, alamat rumah, atau nama sekolah di media sosial. Informasi ini sangat rawan disalahgunakan oleh pihak asing untuk tindak kriminal fisik seperti penculikan.

5. Kecanduan Digital (Screen Addiction)
Durasi layar yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan otak, pola tidur, dan kemampuan sosialisasi anak di dunia nyata. Anak yang kecanduan cenderung mudah marah (tantrum) jika gawai mereka diambil.

6. Risiko Kesehatan Fisik
Menatap layar terlalu lama bukan hanya soal mata minus. Postur tubuh yang membungkuk saat bermain gawai dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah tulang belakang serta meningkatkan risiko obesitas karena kurangnya aktivitas fisik.

7. Penipuan Digital dan Pembelian Tanpa Izin
Game online sering kali memiliki fitur pembelian dalam aplikasi (in-app purchase). Tanpa pengawasan, anak bisa saja menggunakan kartu kredit atau saldo digital orang tua untuk membeli "skin" atau "diamond" secara tidak sadar, yang berujung pada kerugian finansial yang besar.

Langkah penting Pencegahan untuk Orang Tua:

Gunakan fitur Parental Control yang tersedia di aplikasi seperti Google Family Link. Terapkan aturan "layar di ruang bersama", jangan biarkan anak bermain gawai sendirian di kamar tertutup. Jalin komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman bercerita jika menemukan hal aneh di internet.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita