Puskesmas Way Tuba: Belum Ada Kasus Campak di Wilayah Kerja

  • 11 Mar 2026 14:11 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Pelaksana Tugas Kepala UPT Puskesmas Way Tuba memastikan belum ada kasus campak di wilayah kerjanya. Hingga saat ini, tidak ditemukan pasien dengan gejala penyakit tersebut.

Plt Kepala UPT Puskesmas Way Tuba, Sujatmoko, mengatakan masyarakat tetap perlu waspada terhadap penyakit campak. Penyakit tersebut dapat dicegah melalui imunisasi lengkap pada anak.

Menurut Sujatmoko, imunisasi campak diberikan dalam tiga tahap sesuai usia anak. Tahap pertama diberikan saat anak berusia sembilan bulan.

Imunisasi kedua diberikan saat anak berusia 15 hingga 18 bulan. Sedangkan imunisasi ketiga diberikan saat anak berusia lima hingga tujuh tahun.

“Penyakit campak ini dapat dicegah melalui imunisasi sebanyak tiga kali sesuai usia anak,” kata Sujatmoko, Rabu, 11Maret 2026.

Ia menjelaskan campak memiliki beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai. Gejala tersebut antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta tubuh terasa lemas.

Selain itu, ruam merah biasanya muncul dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus campak juga menyerang saluran pernapasan.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menimbulkan komplikasi serius. Di antaranya pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

“Bila ada balita atau anak dengan gejala menyerupai campak, segera berkunjung ke puskesmas,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala tersebut. Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Rekomendasi Berita