Penyakit Campak Bermunculan Jangan Disepelekan

  • 11 Mar 2026 17:02 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan: Penyakit campak kembali bermunculan di berbagai wilayah di Indonesia, bahkan menempatkan Indonesia dalam daftar 10 negara dengan kasus tertinggi di dunia. Meski sering dianggap sebagai penyakit anak-anak biasa. Dikuti dari laman Kemenkes RI campak sebenarnya sangat menular—jauh lebih menular dibandingkan COVID-19—dan dapat menyebabkan komplikasi fatal jika disepelekan.

1. Mengapa Campak Tidak Boleh Disepelekan?
Campak bukan sekadar ruam kemerahan yang akan hilang dengan sendirinya. Tanpa penanganan yang tepat, virus ini dapat menyerang organ vital dan menyebabkan komplikasi serius, antara lain:
  • Pneumonia: Infeksi paru-paru yang merupakan penyebab kematian tersering akibat campak pada anak.
  • Ensefalitis: Radang otak yang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen atau kematian.
  • Diare Berat: Menyebabkan dehidrasi parah yang membahayakan nyawa.
  • Gangguan Penglihatan: Dalam kasus ekstrem, campak yang tidak tertangani dapat menyebabkan kebutaan.
  • Risiko Kehamilan: Pada ibu hamil, campak meningkatkan risiko kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
2. Kenali Gejala Awal Sejak Dini
Segera periksakan diri atau anak ke fasilitas kesehatan Faskes Terdekat jika muncul gejala berikut:
  • Fase Awal (Prodromal): Demam tinggi (bisa mencapai 39-40°C), batuk, pilek, serta mata merah dan berair.
  • Koplik Spots: Bintik putih kecil di bagian dalam pipi yang muncul sebelum ruam.
  • Fase Ruam: Bercak kemerahan muncul mulai dari wajah dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh selama 5–7 hari.
3. Cara Penularan dan Pencegahan Utama

Virus campak menular melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

  • Satu-satunya Pencegahan Efektif: Melalui Imunisasi MR/MMR sesuai jadwal. Dua dosis vaksin memberikan perlindungan hingga 97% terhadap infeksi.
  • Isolasi Mandiri: Penderita dilarang keluar rumah untuk mencegah penularan luas di lingkungan sekitar.
  • Pantangan: Hindari berbagi barang pribadi, tidak mencuci tangan, kurang minum, serta mengonsumsi makanan berminyak atau kafein saat sakit.
Mengingat tingginya angka kasus saat ini, kewaspadaan orang tua dan masyarakat sangat diperlukan. Pastikan status imunisasi keluarga sudah lengkap di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk memutus rantai
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita