Maskapai Nasional Layani Taipei–Manado, Sulut 'Bidik' Wisatawan Taiwan

  • 16 Feb 2026 17:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Maskapai nasional telah resmi melayani rute penerbangan langsung Taipei–Manado. Rute ini memperkuat konektivitas sekaligus membidik manergetkan minat wisatawan Taiwan ke Sulawesi Utara (Sulut).

Penerbangan berskema charter ini merupakan kolaborasi TransNusa dan Cocos Tour. Program tersebut mendapat dukungan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Kemenpar mengapresiasi pembukaan rute penerbangan itu. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan aksesibilitas destinasi unggulan Indonesia timur.

Deputi Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menilai, konektivitas sangat menentukan daya saing destinasi. Penerbangan langsung dari Taiwan disebut telah lama dinantikan pelaku industri pariwisata.

“Penerbangan ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan Taiwan dan internasional secara berkelanjutan. Kami optimistis dampaknya terasa bagi ekonomi lokal Sulawesi Utara." ujarnya, dalam siaran pers ditulis, Senin, 16 Februari 2026.

Taiwan termasuk pasar potensial dengan minat kuat pada wisata alam. Wisatawan juga tertarik pada wellness, marine, dan gastronomi.

Sementara itu, Manado dikenal dengan keindahan bawah laut dan pesona alamnya. Kemiripan budaya turut menjadi daya tarik bagi wisatawan Taiwan.

"Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan Taiwan mencapai 204.704 orang. Angka itu naik 11,65 persen dibandingkan 2024 sebanyak 183.341 kunjungan," ujar Made.

Penerbangan perdana berlangsung 14 Februari 2026 dari Taipei pukul 14.00. Pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 18.00 WITA.

Rute Manado–Taipei berangkat pukul 09.00 WITA. Pesawat tiba di Taipei pukul 13.00 waktu setempat.

Maskapai mengoperasikan Airbus A320 untuk layanan pulang-pergi. Jadwal penerbangan tersedia pada 14, 18, dan 22 Februari 2026.

Perihal ini, Kepala KDEI Taipei Arif Sulistyo menilai, Manado gerbang penting Indonesia timur. Rute ini membuka peluang perdagangan, investasi, dan mobilitas kedua wilayah.

"Kami berharap penerbangan dapat beroperasi berkelanjutan. Frekuensi dan rute baru juga diharapkan terus ditingkatkan," ucapnya.

Rekomendasi Berita