Warga Sumberejo Srumbung Magelang, Ngabuburit dengan Menabuh Gamelan

  • 02 Mar 2026 11:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Magelang - Ngabuburit, istilah yang digunakan saat menanti waktu berbuka puasa disaat bulan Ramadan, biasanya diisi dengan kegiatan kumpul santai atau pergi kesuatu tempat untuk ngobrol. Namun, tidak bergitu yang dilakukan oleh masyarakat di dusun Sumberejo, Kaliurang, Srumbung, Magelang. Setiap sore menjelang Magrib warga dari yang usia anak anak sampai orang tua terlibat dalam satu kegiatan latihan seni tradisional karawitan.

Kepala Dusun Suwaji saat ditemui RRI menjelaskan, kegiatan ini sudah lama dilakukan bukan hanya saat bulan Ramadan saja. "Sekali dalam seminggu mereka mengadakan kegiatan seperti itu waktunya kami gilir, dan tampaknya mereka sangat antusias dan menikmati kegiatan itu," ujarnya.

Kegiatan ini menurutnya sengaja digelar agar mereka peduli dengan kelestarian seni tradisi warisan nenek moyang ini. "Di samping itu juga bisa mengambil nilai nilai positip dalam seni tradisi itu sendiri. Ya memang kalau diukur secara materi kami sering nombok untuk kegiatan ini, misalnya untuk sekedar ongkos jalan pelatih, sewa kostum saat pentas dan lain lain, namun kami sebagai orang tua bangga saat melihat mereka bisa pentas dipanggung," katanya.

Maka dalam setiap kesempatan Suwaji selalu berusaha untuk bisa menampilkan mereka, baik itu skala dusun maupun di lingkungan Desa kaliurang Magelang. Waji memang ulet dan telaten saat memberikan menggiring masyarakat untuk mencintai budaya ini.

"Kami sangat suport kegiatan masyarakat yang sangat positip ini, bahkan ini juga menjadi salah satu aset di desa Kaliurang dalam hal seni budaya, sesekali waktu saya sempatkan untuk menengok mereka berlatih walaupun hanya sekedar hadir memberikan semangat. Kelompok kesenian di dusun itu memang sudah sering tampil, baik itu karawitan maupun kelompok kethopraknya," ujar Kiptiyah selaku Kepala Desa kaliurang.

Agus Kamajaya sebagai pelatih saat ditemui dilokasi latihan juga mengungkapkan rasa bangga pada kegiatan ini. "Saya kadang merasa terharu melihat kegiatan mereka ini, khususnya yang usia anak anak, sepertinya mereka tidak punya rasa lelah untuk berlatih. itulah yang menambah semangat saya untuk terus membimbing mereka sesuai kemampuan saya," kata Agus.

Dengan kegiatan ini mereka sedikit bisa dijauhkan dari ketergantungannya pada gawai atau gadget. "Mereka bisa saling menyapa, berbaur, bermain bersama. dan itu sangat penting dalam perkembangan dan pembentukan karakter mereka dikemudian hari," kata Sujarno, salah satu orang tua dari anak-anak yang sedang berlatih.

Rekomendasi Berita