The Stray Boy Karya STMM, Mengisahkan Kehidupan yang Sepi

  • 07 Mar 2026 20:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menampilkan cerita segar dan unik, Mahasiswa magang Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta memproduksi film baru. Melalui Program Magang Industri, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar dan melihat cara dunia profesional bekerja.

Salah satu Mahasiswa magang tersebut, adalah Stefanus Prtorang Pasaribu yang menjadi Sutradara pada film The Stray Boy yang baru saja selesai diproduksi. Didukung oleh Rumah Produksi Askara Nalini Film The Stray Boy diproduksi sebagai salah satu karya audio visual dalam program magang mereka.

Momen dibalik layar produksi film The Stray Boy di Pantai Tall Wolu (Foto: Farel Abhinaya)

Film The Stray Boy menceritakan kisah seorang nelayan sebatang kara (Taga) yang menemukan seorang anak laki laki (Ano) dengan kondisi tanpa busana dan setengah tubuhnya terkubur tanah. Taga menyelamatkannya dan ketika Ano tersadar, ternyata Ano berperilaku aneh, tidak seperti anak pada umumnya. Hingga suatu malam, suatu kejadian tak terduga menimpa mereka berdua.

Pada film yang berdurasi 19 menit ini, Stefanus membangun dua konflik yang saling berkesinambungan dan sering terjadi dalam kehidupan nyata. Yaitu tentang beratnya seseorang yang hidup kesepian, dan tentang pentingnya kehadiran seorang ayah dalam sebuah kehidupan.

Pada film ini, Stefanus dan Tim produksi menggandeng aktor ternama Yogyakarta, Ojing J. Raharjo yang berperan menjadi Taga. Tidak ketinggalan, Stefanus juga menggandeng aktor muda berbakat bernama Abdul Azis yang berperan sebagai Ano

Momen Ojing J. Raharjo (Taga) dan Abdul Aziz (Ano) di set produksi (Foto: Farel Abhinaya)

Stefanus menitipkan pesan pada film ini tentang kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak merupakan sebuah hal yang sangat penting. "Karena kan di sini juga Ano itu gambaran dari anak-anak yang hilang arah juga," kata dia.

Bagi Stefanus sebagai seorang sutradara, ia mengambil inspirasi dari berbagai film untuk menggarap cerita ini. "Inspirasi aku tuh dari The Good Dinosaur. Pada bagian manusia purba untuk mengambil karakter Ano lalu Tarzan dan Stranger Things juga," ujar Stefanus dalam wawancara Jumat, 6 Maret 2026.

Sebuah pengalaman baru serta menarik bagi Stefanus selama ia menjadi mahasiswa yang berkecimpung di dunia film. Pada film yang ia garap ini setiap detail adegan, serta dialog dipikirkan dengan matang oleh Stefanus. Beberapa eksperiment dan berbagai opsi adegan pun dipraktikan Ketika ia dalam proses penulisan naskah. Namun begitu, bagi Stefanus proses pembuatan film ini sangat dinikmati hingga akhir produksi shooting.

Stefanus (Paling depan dan berkacamata) bersama crew produksi film The Stray Boy (Foto: Farel Abhinaya)

Melakukan kegiatan shooting di area Pantai Tall Wolu membuat proses shooting memiliki tantangan tersendiri. Hujan dan badai kerap menjadi rintangan dalam berjalannya proses shooting. "Kendala terbesar produksi ini tuh di cuaca ya, Kak. Soalnya waktu itu Jogja lagi hujan tiap hari dan rata bahkan sampai ke tempat produksi. Jadinya untuk set outdoor harus lihat sikon (situasi dan kondisi, red), pas hujan kita hold dulu nah pas sudah agak reda langsung take," ucap Aura Rahma selaku Asisten Sutradara film the Stray Boy.

Film The Stray Boy ditargetkan akan rampung pada akhir Maret mendatang. Stefanus dan produser mulai merencanakan untuk proses distribusi pada film Ini. (Jordan Oloan)

Rekomendasi Berita