Kurangi Pencemaran, Warga Bantul Bikin Sabun dari Minyak Jelantah
- 04 Mar 2026 19:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tim Dosen UMY mengolah minyak jelantah, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini, menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat, di Desa Wisata Kaji, Kalurahan Gilangharjo, Pandak Bantul.
Ketua Tim Dosen UMY Helen Dian Fridayani, ingin mengurangi limbah minyak jelantah agar tidak mencemari tanah dan air, ketika hanya dibuang sembarangan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah tersebut diolah menjadi produk sabun ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah secara ekonomi.
”Pengelolaan limbah harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal yang adaptif dan berkelanjutan,” katanya di UMY, Rabu, 4 Maret 2026.
Kegiatan ini bagian dari program Agile Wastepreneurship: Dari Sampah Menjadi Berkah. Khususnya melalui Inovasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular di wilayah kalurahan.
”Program tersebut mendapat dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY,” ujarnya. ”Upaya pendampingan, masih akan berjalan hingga akhir tahun 2026.”
Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini, dilatih untuk melakukan berbagai tahapan. Mulai dari penyaringan minyak, pencampuran dengan larutan alkali sesuai standar keamanan, hingga pencetakan dan pengeringan sabun.
Selain produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengemasan, penentuan harga, dan strategi pemasaran berbasis komunitas maupun digital. Konsep yang diterapkan, menekankan perubahan pola pikir masyarakat.
”Yang mulanya dari sekadar pengelola limbah menjadi pelaku usaha berbasis inovasi lingkungan,” ucapnya. ”Model ini berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi desa sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.”