Anak Kecanduan Gadget, Ini yang Perlu dilakukan Orang Tua
- 12 Mar 2026 11:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja menerbitkan aturan turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.
Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam keterangannya, dilansir berita. rri.co.id, Jumat 6 Maret 2026 mengatakan, pemerintah akan menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi. Platform tersebut mencakup YouTube, TikTok, Facabook, Instagram, Threads, X (Twitter) dan Bigo Live.
"kami mengeluarkan Peraturan Menteri sebagai turunan dari PP Tunas. Melalui peraturan ini, pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi, termasuk media sosial dan layanan jejaring," ujar Meutya.
Mengurangi ketergantungan anak pada gadget bukan hal yang mudah. Kecanduan gadget menjadi masalah yang sering dikeluhkan orang tua. Hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, serta kemampuan sosialisasi mereka.
Berikut adalah beberapa tips mengatasi anak kecanduan gadget dirangkum dari halo.com
1. Batasi Waktu Penggunaan
Untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget, orang tua perlu membatasi durasi penggunaannya sesuai umur anak. American Academy of Pediatrics (2013) dan Canadian Pediatric Society (2010) sudah memberikan pedoman waktu screen time sebagai berikut:
- Anak di bawah usia 2 tahun: tidak boleh dibiarkan bermain gadget sendiri, termasuk TV, smartphone, dan tablet.
- Anak-anak usia 2-4 tahun: kurang dari satu jam sehari.
- Usia 5 tahun ke atas: sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari untuk penggunaan rekreasi (tidak termasuk kebutuhan belajar).
Orang tua perlu menerapkan batasan durasi penggunaan gadget di atas pada anak dengan tegas, tidak peduli bagaimana Si Kecil menangis, memohon atau merayu.
2. Tentukan Jadwal
Orang tua juga bisa menentukan jadwal yang sesuai untuk anak bermain gadget, apapun gadgetnya. Beri Si Kecil pilihan untuk menonton TV, menggunakan laptop, dan lain-lain.
Biarkan ia memilih jam berapa ia ingin menggunakan barang elektronik tersebut. Dengan begitu, orang tua tidak hanya memberinya rasa kebebasan tapi juga melibatkan Si Kecil dalam pengambilan keputusan. Namun, siapkan kegiatan alternatif lain agar anak tidak bosan dan beralih ke gadget lagi.
3. Ajak anak melakukan aktifitas lain
Alih-alih bermain gadget, orang tua bisa mengajak anak bermain di luar rumah, seperti bermain di taman kompleks rumah, berlari, maupun berolahraga. Banyak aktivitas seru lainnya yang bisa dilakukan di rumah untuk menghibur anak. Misalnya, bermain board game, petak umpet, bernyanyi bersama, membaca buku, membantu ibu memasak dan lain-lain.
4. Habiskan Waktu lebih banyak dengan anak
Hal ini mungkin terdengar terlalu sederhana, tapi penelitian sudah membuktikan bahwa anak-anak yang sering dibiarkan sendirian lebih cenderung kecanduan gadget. Jadi, berinisiatif lah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan Si Kecil dan menemani mereka melakukan berbagai aktivitas yang menarik.
5. Jadilah Contoh
Anak-anak cenderung mengikuti apa yang orangtua mereka lakukan dibanding apa yang orang tua mereka katakan. Jadi, bila ingin mengatasi anak kecanduan gadget, orang tua perlu menjadi contoh yang baik dengan tidak terus menerus melihat smartphone. Paling tidak, cobalah untuk tidak menggunakan barang elektronik tersebut saat berada di dekat anak. Sebaliknya, kembangkanlah kebiasaan baik dan sehat, seperti membaca buku, berolahraga, dan lain-lain, agar anak juga bisa mengikuti kebiasaan yang sama.
6. Tetapkan Area Bebas Gadget
Buat peraturan untuk tidak menggunakan gadget di tempat-tempat tertentu. Misalnya, di meja makan, di kamar tidur dan di dalam mobil. Di tempat tersebut, anggota keluarga yang lain juga tidak diperbolehkan menggunakan gadget.
Dengan begitu, orang tua bisa membatasi penggunaan gadget pada anak sekaligus mengajarkan Si Kecil untuk fokus makan ketika berada di meja makan dan tidur dengan jadwal yang teratur ketika sudah masuk kamar tidur.
Bila cara-cara di atas tidak mampu mengatasi kecanduan anak terhadap barang elektronik tersebut atau anak memiliki masalah perilaku yang mengkhawatirkan, sebaiknya coba bawa anak untuk menemui psikolog anak.