Dispar Sleman Prediksi Ada Penurunan Jumlah Wisatawan Selama Libur Lebaran

  • 10 Mar 2026 12:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Jumlah pergerakan wisatawan di DIY pada libur lebaran kali ini diperkirakan mencapai 4 juta orang. Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memprediksi ada sebanyak 250.000-400.000 wisatawan yang menghabiskan waktu libur lebaran di berbagai destinasi wisata di Sleman. Beberapa diantaranya di kawasan Kaliurang dan Candi Prambanan

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman Kus Endarto mengatakan angka ini turun dari target kunjungan wisatawan pada lebaran sebelumnya. Kus mengatakan, tahun lalu pihaknya memasang target kunjungan wisatawan sebanyak 300.000-500.000 orang dengan realisasi akhir sebanyak 550.000 orang.

Kus menjelaskan ada sejumlah hal yang membuat Dispar menurunkan ekspektasi pada jumlah kunjungan wisatawan pada lebaran tahun ini. Diantaranya adalah menurunnya geliat ekonomi pada beberapa waktu terakhir. Lalu, idulfitri yang jatuh pada pertengahan bulan juga menjadi salah satu faktor masyarakat berpikir ulang dalam mengalokasikan anggaran untuk liburan.

Di samping itu, masyarakat juga cenderung sudah memanfaatkan momentum libur panjang saat natal dan tahun baru kemarin. Kus turut menyoroti banyaknya wisatawan yang sekadar lewat dan tidak berwisata di wilayah Kabupaten Sleman.

“Seperti yang terjadi juga pada masa libur natal dan tahun baru. Jumlah yang masuk dibandingkan jumlah yang keluar itu hampir sama. Apalagi kondisi transportasi kita, jalan itu sudah semakin lebih baik,” ujar Kus saat jumpa pers di Pendopo Parasamya Sleman, Selasa, 10 Maret 2026.

Dari sisi okupansi hotel, Kus memprediksi tingkat hunian hotel selama libur lebaran ini hanya berkisar 45-60 persen. Sementara pada tahun lalu okupansi mencapai 51 persen. Dia menambahkan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Sleman diprediksi mencapai 1,75-2 hari dengan rata-rata belanja sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta pada tiap kunjungan.

Kus menyebut, pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan penyelenggaraan kegiatan wisata aman menyenangkan pada periode lebaran 1447 di Kabupaten Sleman. Surat edaran itu menekankan kesadaran pada pelaku pariwisata untuk menerapkan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

CHSE akan kembali kita kuatkan Kemudian mewaspadai perubahan cuaca dan ini yang harus diwaspadai,” ucapnya.

Kus memastikan pihaknya telah mendorong para pengelola destinasi wisata untuk memperhatikan kondisi cuaca. Utamanya di kawasan lereng Merapi yang rawan terhadap bencana erupsi dan banjir lahar dingin.

Rekomendasi Berita