Dorong Kesiapan Pemerintah, DPRD Yogyakarta Ingatkan 'Nuthuk' Rusak Citra Wisata
- 13 Mar 2026 00:24 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi tinggal beberapa hari lagi, berbagai persiapan mulai dilakukan baik masyarakat yang akan mudik ke luar ataupun datang ke Yogyakarta. Momen untuk mewujudkan citra Yogyakarta berhati nyaman harus dipastikan, agar pemudik ataupun wisatawan bisa membawa kesan yang baik pada momen ini.
Pentingnya citra ini, mendorong Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta untuk menekankan kesiapan dan sinergi lintas sektor agar kenyamanan masyarakat selama masa libur Idulfitri ini tetap terjaga. Antisipasi lonjakan jumlah wisatawan dalam momen ini harus dilakukan secara matang agar perilaku yang justru akan merusak citra Yogyakarta dapat dicegah.
Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Triyono Hari Kuncoro mengatakan, berdasarkan rapar koordinasi lintas instansi di tingkat pusat terutama dalam melakukan kesiapan seperti pintu masuk ke Yogyakarta baik darat maupun udara. Selanjutnya pada sektor pariwisata, dengan memastikan kesiapan objek-objek wisata yang ada di di Kota Yogyakarta untuk menyambut wisatawan lebaran.
Selain kesiapan, Kuncoro juga menyebutkan, Pemkot harus melakukan langkah antisipasi terjadinya inflasi karena dapat dipastikan saat menjelang lebaran kebutuhan pokok akan jauh meningkat, baik dari bahan pangan ataupun kebutuhan sandang. Termasuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, mengingat momen lebaran tidak hanya kebutuhan untuk diri sendiri, tetapi ada tradisi berbagi parsel.
"Masyarakat itu akan belanja besar-besaran, termasuk kebutuhan bahan makanan yang biasanya disiapkan untuk parcel. Belanja parsel itu harus kita lihat kesiapannya jangan sampai tidak ada stoknya kemudian terjadi kejolak di masyarakat," katanya, saat temu wartawan dengan Pimpinan DPRD Kota Yogyakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Kuncoro menegaskan, sinergi juga sangat diperlukan untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat lebaran. Ia meminta dilakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi penimbunan di Kota Yogyakarta ini.
"Mereka memanfaatkan situasi, kebutuhan masyarakat ditimbun, nanti pada saatnya akan dijual dengan harga yang sangat tinggi, hanya untuk kepentingan pribadi. Ini bagian yang perlu kita sikapi," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Kota Yogyakarta, Sinarbiyat Nujanat. Menurutnya, fasilitas publik dan fasilitas umum harus dipersiapkan termasuk Pemkot Yogyakarta harus memastikan kesiapannya dalam menyambut para pemudik pada momen Hari Raya Idulfitri ini. Menurutnya, selain mudik Yogyakarta juga menjadi tujuan wisata keluarga saat libur lebaran sehingga pelayanan harus bisa memberikan kesan yang nyaman termasuk masalah kebersihan.
"Perilaku yang mohon maaf sebagian masyarakat kita yang kemudian sering memanfaatkan di hari-hari libur panjang ini, untuk mencari keuntungan sesaat yang kadang ini merusak citra Kota Yogyakarta," ujarnya.
Menjaga citra dari sebuah Kota Wisata ditegaskan Sinar penting dilakukan, mengingat, keberlangsungan sektor pariwisata bisa terbangun ketika ada sinergi antara pelaku dan industri pariwisata di dalamnya. Iapun berharap, tidak ada lagi pungutan liar, mematok tarif di luar kewajaran, yang justru merugikan Yogyakarta.
"Jadi hal-hal ini yang selalu menjadi persoalan dari tahun ke tahun, ini saya kira menjadi persoalan serius, bahwa Yogyakarta sekarang ini ya harus kemudian sudah berbeda dengan Yogyakarta di masa-masa lalu. Masyarakatnya sudah kemudian punya kesadaran bagaimana ikut menjaga Kota Yogyakarta ini menjadi Kota Wisata yang mempunyai image yang positif, hal ini yang harus sudah segera kita ciptakan," katanya.