Sejarah Panjang Cendol, Minuman Tradisional Khas Indonesia
- 28 Feb 2026 18:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung -Cendol atau dawet merupakan minuman tradisional yang jejak sejarahnya dapat ditemukan dalam naskah Jawa kuno abad ke-12 berjudul Kakawin Kresnayana, yang ditulis oleh Mpu Triguna.
Istilah dawet yang menjadi cikal bakal cendol sebagai hidangan penyegar di lingkungan kerajaan. Kata cendol sendiri diperkirakan berasal dari kata “jendolan”, yang didasarkan pada bentuk cendol dan teksturnya.
Terdapat beberapa sumber yang menyebutkan bahwa cendol merupakan turunan minuman khas Jawa Tengah yaitu dawet. Cendol dan dawet menjadi minuman yang dihidangkan dengan cara hampir sama, namun terdapat perbedaan pada bahan dasar untuk membuatnya.
Cendol biasanya terbuat dari tepung hunkwe, sedangkan dawet terbuat dari bahan dasar tepung beras dan ketan.
Cendol masuk ke dalam daftar dessert terbaik di dunia tahun 2021 versi CNN di Singapura.
Dalam tradisi Jawa, dawet atau cendol adalah bagian dari sajian pada upacara pernikahan adat Jawa. Upacara Midodareni melakukan “dodol dawet” atau dikenal dengan arti “jualan cendol”.
Upacara satu ini dilakukan sehari sebelum hari pernikahan, dimana setelah memandikan pengantin, orang tua akan melakukan dodol dawet kepada tamu atau kerabat yang hadir. Kemudian para tamu akan membayar dawet menggunakan koin tertentu, yang berasal dari pengantin wanita sebagai simbol pendapatan dari keluarga pihak wanita.
Tradisi ini memiliki makna bahwa orang tua mempelai berharap pernikahan akan dilaksanakan pada hari esok akan dihadiri oleh banyak tamu. Harapannya tamu yang datang sebanyak jeli cendol yang berhasil dijual.
Secara tradisional, butiran hijau cendol terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan sari daun pandan untuk aroma dan warna alami. Tekstur kenyalnya yang khas memberikan sensasi unik saat dinikmati bersama siraman santan gurih dan gula merah cair.
Untuk membuat adonan cendol, campurkan 100 gram tepung beras dengan 50 gram tepung tapioka dan 600 ml air sari daun pandan. Rebus campuran tersebut sambil terus diaduk hingga teksturnya mengental, meletup-letup, dan terlihat bening transparan.
Siapkan wadah berisi air es di bawah cetakan khusus cendol atau saringan berlubang besar untuk membentuk butiran. Tekan adonan panas melalui lubang tersebut agar jatuh ke air dingin dan segera memadat menjadi buliran hijau yang cantik.
Sajikan butiran cendol yang sudah jadi ke dalam gelas berisi es serut atau es batu secukupnya. Tambahkan kuah santan yang telah direbus dengan garam dan daun pandan untuk memberikan rasa gurih yang seimbang.
Langkah terakhir adalah menuangkan sirup gula merah pekat yang telah dimasak bersama sedikit air dan daun pandan. Minuman es cendol legendaris ini kini siap dinikmati sebagai pelepas dahaga yang manis dan mengenyangkan.