Overthinking Hambat Seseorang Cintai Diri Sendiri

  • 03 Mar 2026 09:53 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Fenomena overthinking atau berpikir berlebihan sering kali menjadi penghambat bagi seseorang untuk mencintai diri sendiri (self-love). Konselor dari Aku Temanmu, Nurul Amanah mengungkapkan, pikiran negatif yang muncul di malam hari biasanya menjadi tanda seseorang terlalu keras terhadap dirinya sendiri.

Menurut Nurul, langkah awal untuk mengatasi hal ini adalah dengan menyadari penyebab munculnya pikiran tersebut. "Pikiran negatif muncul saat kita merasa gagal mencapai sesuatu yang sempurna. Untuk mengatasinya, yuk alihkan dengan rutinitas positif. Kalau sudah capek dengan aktivitas bermanfaat, biasanya boro-boro mau overthinking, pasti langsung tidur," ujar Nurul saat berdialog di Pro 2 RRI Banten, Senin, 2 Maret 2026.

Nurul menekankan pentingnya mengeluarkan "unek-unek" agar beban pikiran tidak menumpuk. Ia menyarankan untuk bercerita kepada teman yang terpercaya atau menuliskannya dalam sebuah jurnal jika tidak ada orang yang bisa dipercaya. Selain itu, melakukan self-talk positif dianggap sangat krusial sebagai pengingat bahwa hidup bukanlah sebuah perlombaan.

"Penting untuk me-reminder diri sendiri dengan kata-kata positif. Katakan pada diri sendiri, 'It's okay, kamu sudah berjuang hebat melalui banyak hal.' Jika perlu, tuliskan kata-kata itu di dinding kamar agar pikiran kita terpengaruh oleh hal-hal baik," ucapnya.

Selain faktor internal, Nurul juga menyoroti peran lingkungan pertemanan. Ia menegaskan bahwa pertemanan adalah faktor utama pembentuk kepribadian. Lingkungan yang suportif akan membantu seseorang lebih mudah menerima diri, sementara lingkungan yang toksik justru akan memperparah insecurity.

"Teman itu harus pilih-pilih agar terseleksi sesuai kebutuhan yang mendukung aktivitas positif kita. Jangan sampai kita terjebak dalam lingkungan yang senang menghakimi atau mengajak pada keburukan," ucap Nurul.

Nurul juga mengajak para anak muda untuk mulai melakukan langkah kecil yang realistis, seperti menjaga pola tidur dan berhenti membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki luka dan perjuangannya masing-masing yang tidak terlihat di permukaan.

"Fokuslah ke diri sendiri. Setop membandingkan diri karena dirimu layak bahagia dan sangat berharga," katanya.

Rekomendasi Berita